WordPress merupakan salah satu platform yang amat populer di dunia per-blog-an. Salah satu alasan kepupulerannya adalah WordPress tersedia sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka. Hal itu juga yang menjadi satu dari 10 alasan kenapa saya menggunakan WordPress dibandingkan dengan CMS lain.

Sistem manajemen konten satu ini juga sangat cocok untuk digunakan oleh orang yang bahkan baru memulai membuat catatan di blog. Hal itu juga yang saya rasakan diawal membangun ChotibulStudio yang berjalan sepenuhnya di platform dan infrastruktur WordPress.com. Meskipun akhirnya saya harus memigrasikannya ke Blogger.

Dari ChotibulStudio yang sekarang sudah berpindah ke Blogger, akhirnya saya memutuskan untuk membangun WordPress self-host sendiri. Anggap saja untuk belajar memelihara situs sendiri sembari menulis hal-hal non teknis.

Nah, buat Anda yang akan mulai membangun catatan daring berbasis web blog, tidak ada salahnya memilih WordPress. Untuk Anda yang masih bingung akan menggunakan platform blog apa, mungkin 10 alasan kenapa saya menggunakan WordPress ini bisa membantu. Silahkan disimak.

1. WordPress merupakan perangkat lunak bebas

Diawal paragraf postingan ini saya juga sudah menyampaikan. Salah satu alasan kenapa saya memilih WordPress adalah karena WordPress termasuk perangkat lunak bebas dan terbuka.

Ketersediaan WordPress sebagai perangkat lunak bebas terdokumentasi di laman Lisensi WordPress dan arsip WordPress pada berkas license.txt. menyatakan bahwa WordPress (beserta turunannya; tema dan plugin) didistribusikan dibawah lisensi GNU GPL v2 (atau yang lebih baru) dari Free Software Foundation.

Lalu, apa yang dimaksud dengan lisensi GNU GPL (GNU General Public License) ini?

Intinya, perangkat lunak yang dirilis dengan lisensi GNU GPL memperbolehkan Anda untuk menyalin, membagikan, dan memodifikatinya. Semua itu bisa Anda lakukan dengan tetap mematuhi syarat dan ketentuan GNU GPL, ya. Salah satu ketentuannya adalah saat Anda mendistribusikan kembali hasil oprekan Anda, Anda harus melisensikannya juga dibawah lisensi GNU GPL.

Anda dapat membaca lebih lanjut tentang syarat dan ketentuan lisensi GNU GPL ini di tautan ini.

2. WordPress meruapakan platform CMS yang paling banyak digunakan

Buat Anda yang tidak suka dengan hal-hal yang mainstream, mungkin Anda akan langsung menutup tab jendela browser Anda. Eits, tahan dulu dong. Anda harus membaca artikel ini sampai selesai. Jika Anda hanya melihat dari sisi mainstream dan anti-mainstream-nya saja, sepertinya kurang fair.

Ya, memang tidak bisa dipungkiri, WordPress adalah CMS platform yang paling banyak digunakan. Menurut BuiltWith, WordPress menjadi CMS teratas dengan penggunaan global sekitar 34.31%. Di Indonesia sendiri, masih menurut BuiltWith, WordPress menduduki posisi teratas dengan penggunaan sekitar 73.34%. Semua data-data tersebut saya ambil saat artikel ini di publis, data kemungkinan berubah sewaktu-waktu.

Saking banyaknya pengguna WordPress, sampai mendorong terbentuknya perkumpulan lokal yang menamakan kelompok mereka sebagai perkumpulan WordPress.

Jika Anda punya sedikit waktu, cobalah menelusuri kata kunci “WordPress Meetup” dipencarian Google. Anda akan menemukan beberapa komunitas perkumpulan WordPress. Seperti, Surabaya WordPress Meetup, Jakarta WordPress Meetup, Yogyakarta WordPress Meetup, Semarang WordPress Meetup, Gresik WordPress Meetup dan sebagainya.

3. Dukungan komunitas yang luas

Seperti yang sudah saya spoiler di alasan ke-2, alasan ketiga kenapa saya menggunakan WordPress adalah adanya dukungan komunitas lokal.

Sampai saat ini, saya sudah beberapa kali mengikuti acara komunitas WordPress yang diadakan di Surabaya. Komunitasnya bernama Surabaya WordPress Meetup. Jika Anda kebetulan domisili di Surabaya dan kepo dengan komunitas tersebut, silahkan join di grup Facebook WordPress Surabaya.

Nah, selain ikut meetup, banyak juga orang-orang yang dengan suka rela membuat tutorial, baik berupa video maupun artikel. Saya, melalui ChotibulStudio, sudah beberapa kali menulis cara menangani masalah yang muncul di web berbasis WordPress. Maaf kalau numpang promosi. Hihihi.

4. Memiliki fitur yang melimpah

WordPress memiliki fitur utama untuk manajemen publikasi, halaman, media, tampilan antarmuka dan beberapa pengaturan sistem umum. Seperti umumnya CMS, lah. Selain fitur utama, ada juga beberapa fitur tambahan yang dikelompokkan dalam perkakas sistem.

WordPress menyediakan editor yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam membuat publikasi dan laman. Khusus pada manajemen publikasi atau postingan, Anda dapat memanajemen kategori dan tagar. Anda juga dapat menyalin postingan atau laman yang ada, mengedit cepat, membuang ke sampah, atau menghapusnya.

Penggunaan media juga sangat penting untuk menunjang kegiatan blogging. WordPress juga telah menyediakan menu khusus untuk manajemen media. Beberapa format media yang didukung oleh WordPress diantaranya adalah dokumen (pdf, docx, pptx, odt, dan xlsx), gambar (jpg, png, dan gif), audio (mp3, m4a, ogg, dan wav) dan video (mp4, mov, wmv, avi, mpg, ogv, 3gp dan 3g2).

Manajemen antarmuka WordPress menyediakan opsi untuk menyesuaikan tema secara realtime. Ada juga pengaturan widget dan menu.

Pengaturan sistem umum WordPress terdiri dari pengaturan standar sistem, menulis, membaca, diskusi, media, permalink, privasi, dan berbagi. Sedang untuk perkakas sistem, WordPress menyediakan impor dan eksor untuk data situs dan data pribadi, ada juga status kesehatan situs untuk memeriksa kondisi sistem situs Anda.

Selain pembahasan di atas, ada juga beberapa fitur utama lain yang tidak lepas dari alasan penting kenapa saya menggunakan WordPress.

5. Lebih dari sekedar CMS

Alasan kelima kenapa saya menggunakan WordPress adalah WordPress lebih dari sekedar CMS. Maksud saya, apapun kebutuhan Anda terkait situs web, WordPress menyediakan. Toko daring, bisa. Forum daring, bisa, profil daring, cv daring, portofolio daring, semua dilibas sama WordPress.

WordPress juga mendukung multi-site. Dengan fitur ini Anda dapat mengelola banyak situs web hanya dari satu dasbor WordPress tanpa hosting tambahan. Fitur ini hanya digunakan dengan kondisi tertentu saja, ya, soalnya Anda akan butuh beberapa pengaturan tambahan di sisi hosting.

6. Tersedia ribuan tema dan plugin

Alasan ke-6 bisa dibilang adalah pendukung alasan ke-5. Ya, Anda bisa menjadikan WordPress seperti keinginan Anda hanya dengan mengubah atau menambah penggunaan tema dan plugin-nya saja.

Seperti contoh, Anda ingin membangun sebuah toko daring yang simple dan tanpa perlu susah ngoding. Di WordPress hal itu bisa Anda lakukan hanya dengan mencari plugin dan tema yang cocok. Untuk menambahkan kemampuan toko daring, Automattic (perusahaan dibalik pengembangan WordPress) telah menyediakan plugin bernama WooCommerce. Yang perlu Anda lakukan hanya memasang plugin tersebut dan memasang tema yang mendukung fungsionalnya, seperti Sorefront.

Untuk mendapatkan WooCommerce dan Storefront Anda tidak perlu keluar dari dasbor WordPress. Anda cukup mengarahkan kursor ke bagian menu tema atau plugin untuk mengunduh dan memasangnya. Hanya saja, fitur penambahan plugin hanya bisa digunakan oleh WordPress self-host atau WordPress.com dengan paket bisnis.

Oiya, beberapa tema tersedia sebagai tema premium dan beberapa plugin juga mungkin tersedia juga sebagai plugin premium atau berbayar.

7. Pengalaman mengedit pos yang ditingkatkan

Masih menjadi pendukung alasan ke-5 kenapa saya menggunakan WordPress. WordPress memberikan pengalaman baru saat membuat atau mengedit pos dan halaman. Ini bagian yang paling saya suka dan saya ngerasa pw pake banget saat bikin postingan.

Editor WordPress yang diluncurkan bersamaan dengan versi WordPress ke-5 membentuk blok-blok. Untuk mengawali blok baru, Anda hanya cukup mengetikkan tanda garis miring dan diikuti dengan nama blok yang diinginkan. Misalnya /tajuk, /paragraf, /gambar dan sebagainya.

Bahkan pengembang WordPress sangat optimis editor baru ini bisa melampaui sebutan pembangun halaman. Jika Anda sudah mencobanya, Anda juga pasti setuju dengan hal itu.

Ngomong-ngomong, editor baru ini diberi nama Gutenberg. Nama yang terinspirasi dari nama tokoh dibalik teknologi percetakan, Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg atau Johannes Gutenberg.

8. Menyediakan opsi untuk dipasang sendiri (self-host)

WordPress memiliki dua layanan yang memiliki fungsional yang berbeda. WordPress.com dan WordPress.org. Lalu apa perbedaan keduanya?

Buat Anda yang gak mau repot ngurusin server atau mesin hosting, WordPress sudah menyediakan opsi pembuatan situs web yang berjalan di atas infrastrukturnya. Kita mengenalnya dengan sebutan WordPress.com. Layanan ini bisa Anda gunakan secara gratis dengan subdomain yang bisa Anda pilih sendiri. Jika Anda menginginkan domain custom atau domain Anda sendiri, Anda tinggal berlangganan paket yang sudah disediakan.

Namun jika Anda sudah memiliki infrastruktur sendiri dan menginginkan membangun WordPress secara mandiri, Anda hanya perlu menggunakan WordPress.org. Maksud saya, Anda hanya perlu mengunduh paket arsip WordPress dari WordPress.org dan memasangnya beserta pustaka pendukungnya. Web server, engine server-side, dan DBMS.

Baik WordPress.com maupun WordPress.org, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dimana, Anda tidak bisa menambahkan fungsi tambahan di WordPress.com melalui plugin, kecuali Anda telah berlangganan paket bisnis yang ditawarkan oleh WordPress.com. Begitu juga dengan WordPress.org, Anda setidaknya harus memiliki infrastruktur sendiri untuk menggunakannya, minimal mesin hosting yang sudah built-in dengan manager hosting agar mendapatkan fitur WordPress one-click install.

9. Blog WordPress bisa dimonetisasi

Alasan ke-9 kenapa saya menggunakan WordPress adalah saya bisa menghasilkan pundi-pundi Rupiah dari konten yang saya tulis. Meskipun sampai artikel ini terbit, situs web saya ini memang masih belum bisa menampilkan iklan. Tetapi, banyak situs-situs web yang menggunakan WordPress dan sudah bisa menampilkan iklan.

Hal itu yang membuat saya optimis. Kalau bisa jadi duit, kenapa enggak, ya. Kalau teman saya bilang, sih, “Yang penting Cuan”.

Asal Anda tahu, gini-gini udah ditolak delapan kali loh sama si Adsense. Nyesek gak tuh. Mungkin alasan ke-9 ini jadi alasan yang agak dipaksain biar bisa genap 10.

10. Cocok untuk pemula

Akhirnya kita sampai di alasan ke-10 dari 10 alasan kenapa saya menggunakan WordPress dari pada CMS yang lain. Jadi panjang bener ya tulisannya. Semoga Anda gak bosan bacanya.

WordPress itu cocok untuk pemula. Yep. Saya sendiri merasakan hal itu, meskipun blog pertama saya pakai Blogger. Entah waktu itu alasannya apa, saya lupa, tiba-tiba langsung pakai WordPress. Situs pertama yang saya pelihara adalah chotibulstudio.wordpress.com yang sekarang malah saya migrasikan kembali ke Blogger. Hidup itu memang berputas secara dinamis, ya.

Intinya, sih, setelah saya mendaftarkan akun di WordPress.com dan masuk kali pertamanya di dasbor, saya langsung paham sebagian besar fiturnya. Tampilannya juga enak dilihat. Navigasinya terstruktur dan mempunyai warna yang berbeda dari isi kontennya.

Kesimpulan

Bagus dan cocok untuk pemula. Itu lah kesimpulan yang saya ambil dari sepuluh alasan kenapa saya menggunakan WordPress. Mungkin Anda masih tidak puas dengan kesimpulan dengan yang saya ambil diakhir artikel ini. Tapi emang WordPress ini bagus.

WordPress memang tidak 99.99% sempurna, dia juga memiliki beberapa kelemahan. Saya-pun mengakuinya. Tapi ya mau komentar apa lagi, wong saya cuman pengguna biasa yang gak pernah ikut kontribusi. Kontribusi saya ya hanya berupa konten ini saja.

Demikian opini saya terkait 10 alasan kenapa saya menggunakan WordPress. Saya sudah pakai WordPress sejak duduk di bangku kuliah semester 4. Sampai saat ini WordPress masih yang terbaik menurut saya.

Kalau menurut Anda bagaimana?