Berkenalan Dengan Gutenberg, The Next WordPress Editor

WordPress merupakan raksasa blogging yang sangat populer dikalangan para pemulis blog pemula maupun professional. Memiliki pangsa pasar sekitar 32% dari semua situs web yang ada di dunia, menurut Kinsta.

WordPress semakin gencar berinovasi. Kali ini, layanan yang dibangun oleh Matt Mullenweg mengenalkan editor yang benar-benar baru dan segar dalam dunia blogging. Gutenberg namanya.

Saat Anda mendengar kata Gutenberg, apa yang terlintas dibenak Anda? Anda akan mengira Gutenberg adalah nama sebuah benteng ataukah nama sorang penemu berkebangsaan Jerman? Yah, saya sama seperti Anda. Saat pemberitahuan tentang editor tersebut muncul di halaman dasbor blog, saya juga mengira namanya terinspirasi dari nama sebuah benteng, namun setelah mencari ke mesin telusur, ternyata Gutenberg nama dari Johannes Gutenberg, sang penemu teknologi percetakan, lah yang muncul. Bagi Anda yang sama penasarannya dengan saya, semoga artikel ini dapat membantu Anda.

Gutenberg pada WordPress.com

Saat ini, Gutenberg, the next WordPress editor, sedang dalam proses pengembangan. Kendati demikian, pengguna sudah bisa ‘mencicipinya’ sebagai editor tambahan (plugin) yang bisa diaktifkan atau-pun dinonaktifkan sesuai kemauan dari pengguna. Tapi saya masih belum tau apakah Gutenberg saat ini bisa digunakan oleh pengguna WordPress.com, mengingat sifatnya masih sebagai plugin.

Fokus Pada Penyuntingan Konten

Ide besar dari terciptanya Gutenberg adalah bagaimana cara agar pengguna bisa membuat tata letak pada postingannya menjadi lebih kaya dan bervariatif tanpa harus mengetikkan kode HTML maupun CSS dan membuat temanya sendiri. Harapanya, pengguna dapat membuat postingan yang kaya dan membuat tata letak menjadi lebih bagus, sehingga pengembang bisa menjadikan WordPress menjadi lebih disukai oleh pengguna.

Jika dilihat dari tampilannya, Gutenberg memiliki lebih dari sebuah bidang konten, tidak seperti editor lama yang sebagian besar tidak berubah selama hampir satu dekade. Dengan ini pengembang bisa menghadirkan pengalaman penyunting modern secara menyeluruh sekaligus sebagai pondasi pengembangan yang akan datang.

Berorientasi Pada Blok

Blok merupakan evolusi dari apa yang tertutupi selama ini. Dengan memanfaatkan blok-blok dalam membuat postingan, pengguna dengan mudah melakukan penataan shortcode, penyematan, widget, format postingan, jenis postingan khusus, opsi tema, kotak meta, dan elemen pemformatan yang lain.

Misalnya blok khusus “Pegawai” dapat ditarik ke halaman “Tentang” untuk menampilkan gambar, nama dan biodata secara otomatis.

Kompatibilitas atau Kesesuaian

Postingan yang sudah Anda buat sepenuhnya kompatibel dengan Gutenberg, begitu juga dengan shortcode akan tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Pengembang terus mengeksplorasi bagaimana metabox dapat diakomodasi dan mencari solusi mulai dari plugin untuk menonaktifkan Gutenberg hingga mendeteksi secara otomatis apakah akan memuat Gutenberg atau tidak.

Kesimpulan

Saya menyimpulkan bahwa Gutenberg terinspirasi dari tokoh penemu teknologi percetakan yang bernama Johannes Gutenberg, setidaknya itu dilihat dari segi inovasi yang dikembangkan oleh tim pengembang. Saat ini Gutenberg tersedia sebagai plugin yang bisa dicoba oleh pengguna WordPress self-host (WordPress.org) maupun WordPress.com.

Bagi pengguna WordPress.com, akan ada opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan Gutenberg. Berbeda dengan pengguna WordPress.com, pengguna WordPress self-host atau WordPress.org jika ingin menonaktifkan Gutenberg diharuskan memasang plugin editor lama.

Penting bagi pengguna WordPress untuk segera mencoba editor ini, mengingat Tim Pengembang akan menerapkan Gutenberg sebagai editor bawaan pada rilis WordPress dengan nomor versi 5.

Opsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan Gutenberg pada WordPress.com

Sumber

Artikel ini dipublikasikan dengan sumber dibawah ini:

Gutenberg WordPress Plugin: https://wordpress.org/plugins/gutenberg/

Say Hello to New Editor: https://wordpress.org/gutenberg/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.