Hackathon Penerjemahan LibreOffice 2018 Sukses Diadakan di Gresik

Puji syukur kepada Tuhan YME. Penerjemahan LibreOffice 2018 sukses diadakan pada 3-4/11/2018 di Gresik. Acara ini merupakan tindak lanjut dari lokakarya penerjemahan saat acara Konferensi LibreOffice Indonesia yang sudah berlangsung dikuartal pertama tahun 2018.

Berkontribusi ke proyek open source melalui terjemahan adalah tema yang kami angkat untuk mewakili kegiatan yang diadakan secara kolaboratif antara Kelompok Linux Arek Suroboyo (KLAS) dengan GresikDev dan disponsori oleh LibreOffice ID.

Pembukaan acara Penerjemahan LibreOffice di Warunk Upnormal, Gresik

Secara teknis, acara ini diadakan di ruang pribadi, lantai 3, Warunk Upnormal Gresik, salah satu warung semi resto yang menyediakan berbagai macam makan dan minuman kekinian yang tidak biasa. Makan-minum, bermain, wifi-an dan beribadah disatu tempat adalah beberapa fasilitas yang ditawarkannya untuk memanjakan pengunjung, khususnya peserta Penerjemahan LibreOffice. Hanya saja (maaf) saat acara ini berlangsung kondisi listriknya tidak bersahabat alias byar-pet.

Penerjemahan LibreOffice ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang pekerjaan maupun pendidikan, baik dari Gresik, Surabaya dan sekitarnya, bahkan ada juga yang dari Ponorogo, lebih tepatnya dari Universitas Darussalam Gontor.

Target utama acara Penerjemahan LibreOffice kali ini adalah menyelesaikan terjemahan dari beberapa bagian LibreOffice: LibreOffice 6.1 – UI (antarmuka pengguna), LibreOffice – Master UI, dan LibreOffice – Master Help dengan perincian sebagai berikut:

  • 100% untuk LibreOffice 6.1 – UI.
  • 100% untuk LibreOffice – Master UI. dan
  • 45% untuk LibreOffice – Master help.

Khusus untuk bagian LibreOffice – Master help, sesuai dengan instruksi Pak Andika Triwidada adalah 30%, namun sesuai dengan arahan Pak Andik Nur Achmad kami mencoba untuk melebihinya hingga 45%. Apakah berhasil? Baca saja hingga akhir.

Acara ini dimulai pada pukul 09:30 dan diakhiri pukul 16:00 WIB dengan susunan acara sebagai berikut:

  • Hari pertama – pengenalan penerjemahan LibreOffice, mulai dari persiapan, alur penerjemahan, alat-alat yang digunakan, kesepakatan hasil penerjemahan, menerjemahkan bersama-sama hingga berkelompok.
  • Hari kedua – meneruskan penerjemahan secara berkelompok hingga mengulas kembali hasil penerjemahan yang sudah ada.

Hari Pertama Penerjemahan

Hari pertama Penerjemahan LibreOffice ini, Pak Andik selaku mentor dibantu oleh Mas Jordan dan Rania (konsultan Bahasa Indonesia) menjelaskan mengenai beberapa hal terkait persiapan untuk memulai berkontribusi dari sisi terjemahan.

(berdiri, dari kiri) Pak Andik dan Rama terlibat secara langsung dalam proses penerjemahan

Melalui salindia presentasinya, Pak Andik menjelaskan mengenai status kukurangan alih Bahasa Indonesia pada LibreOffice per 1 November 2018: Master UI kurang 229 kata, 6.1 UI kurang 2145 kata, Master Help kurang 326768 kata dan 6.1 Help kurang 324345 kata. Dihaharapkan dengan adanya acara ini kekurangan tersebut dapat diselesaikan.

Untuk mulai berkontribusi di proyek alih-bahasa LibreOffice, peserta dapat mendaftarkan diri ke situs manajemen terjemahan milik The Document Foundations yang beralamat di translations.documentfoundation.org. Setelah melakukan pendaftaran, peserta mendapatkan hak akses sebagai member di situs tersebut, hak akses ini hanya bisa digunakan untuk melihat hasil terjemahan saja. Untuk berkontribusi memerlukan hak akses submitter, untuk itu peserta atau Anda yang membaca laporan ini bisa mengajukan diri ke administrator penerjemah, dalam hal ini Pak Andika Triwidada atau Pak Andik Nur Achmad.

Setelah peserta atau Anda menjadi submitter, Anda sudah siap untuk mulai berkontribusi menerjemahkan kata. Namun sebelum Anda melakukannya, tidak ada salahnya untuk mencari beberapa alat yang nantinya akan membantu anda dalam proses penerjemahan. Berikut beberapa alat daring yang bisa membantu Anda:

Penggunaan manager translator bahasa, Pootle, yang digunakan TDF berisi banyak kata maupun penggalan kode yang tidak boleh diubah, untuk itu sangat diperlukan ketelitian dan kehati-hatian dalam menggunakannya.

Pak Andik juga membuat beberapa aturan yang harus dipatuhi selama proses penerjemahan berlangsung, yakni jangan sekali-kali mengubah atau menghilangkan variabel dan simbol :

  • Simbol | atau vertical line diakhir kata, misalnya “Up one level |” dan “Create New Folder |“.
  • $ dan %, misalnya “%PRODUCTNAME”, “Change object title of %1″ dan “Internal error $(ARG1).
  • \n atau penanda baris baru pada UI, misalnya “Verify Impress is running \n“.
  • {x} atau variabel lain yang digunakan untuk Impress jarak jauh.
  • <X>, misalnya “<FIELD>“, “<FIELDNAME>“, “<LOGICOPERATOR>” dan “<VALUE>“.
  • [n] parameter angka.
  • [x] parameter huruf, misalnya “[ProductName]“.

Informasi lebih lanjut terkait panduan penerjemahan bisa diakses melalui tautan UI and Help files Content Guide.

Kini, tibalah saatnya penerjemahan LibreOffice dimulai. Kegiatan penrjemahan ini dibagi menjadi dua fase.

Fase pertama menerjemahkan secara bersama-sama, bertujuan agar peserta memahami dasar penggunaan Pootle dengan baik. Fase ini hanya berlangsung sebentar saja, setelah peserta memahami penggunaan Pootle, fase ini diakhiri.

Fase kedua mnerjemahkan secara berkelompok, bertujuan agar peserta dapat mulai menerjemahkan secara mandiri maupun bekerja sama dalam tim. Banyak keuntungan dari fase ini, diantaranya peserta dapat berdiskusi dengan teman satu timnya.

Suasana penerjemahan hari pertama

Terlepas dari kedua fase tersebut, peserta juga dapat berkonsultasi langsung saat menenemui kesulitan dalam penerjemahan, mereka dapat berdiskusi melalui kanal telegram yang sudah dibuat sebelumnya.

Acara hari pertama diakhiri sekitar pukul 16:45. Sebelum meninggalkan tempat kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Nasi Krawu, we are comming. Saking laparnya, sampai-sampai Joko membuat plesetan dari nama KLAS “Kelompok Luwe Arek Suroboyo“. Hahaha.

Hari Kedua Penerjemahan

Esok paginya, 4/11/2018, sekitar jam 08:00 kami sudah bersiap menuju Warunk Upnormal. Sesampainya di tempat acara seperti kemarin, kami bergegas menyiapkan tempat dibantu dengan satu pegawai Warunk Upnormal.

Persiapan dari sisi kepanitiaan tidak terlalu lama, karena kami hanya menyiapkan xbanner dan menata tempat, selebihnya dihandle dengan pegawai Warunk Upnormal. Kami bermaksud memesan menu sarapan kami, tapi sayangnya, waktu itu Warunk Upnormal masih menyiapkan dapurnya. Akhirnya kami bergegas ke warkop sebelah, Kopi Kelir.

Kebutuhan pribadi telah terpenuhi, kami bergegas kembali ke Warunk Upnormal untuk bergabung dengan tim GresikDev yang sudah hadir. Jam menunjukkan tepat pukul 09:30 WIB.

Acara hari ke-2 ini tidak berbeda jauh dengan hari pertama. Peserta kembali ke kelompoknya semula untuk langsung mulai menerjemahkan. Sesekali berdiskusi untuk menyepakati kata yang akan digunakan.

Para kontributor penerjemahan LibreOffice

Pada hari ke-2 ini juga panitia berencana ingin menunjukkan hasil penerjemahan dengan melakukan kompilasi LibreOffice versi development. Namun karena waktu dan kondisi daya yang seperti saya bilang, byar-pet, akhirnya Pak Andik hanya menampilkan video hasil dari kompoilasi yang sudah ada.

Dipenghujung acara, Pak Andik mempersilahkan teman-teman kontributor untuk menyampaikan pesan dan kesannya untuk acara Penerjemahan LibreOffice ini. Perwakilan teman-teman Universitas Darussalam Gontor. Intinya, acara seperti ini harus segera diadakan di berbagai daerah, kegiatan ini sangat bermanfaat, buktinya banyak kosa kata baru yang didapatkan, selain belajar Bahasa Inggris, secara tidak langsung, kami juga belajar tentang Bahasa Indonesia.

Bahkan, ada satu kontributor yang ingin mengajak pemuda didaerahnya untuk turut berkontribusi ke LibreOffice melalui penerjemahan. Saya sangat berharap akan ada lebih banyak lagi yang ikut bergotong royong untuk menerjemahkan LibreOffice kedalam Bahasa Indonesia.

Akhir kata, saya mengucapkan banyak-banyak rasa terima kasih kepada KLAS, GresikDev, Rania, Pak Aftian, Cak Aris dan para kontributor yang berkenan hadir, khususnya kepada tim Universitas Darussalam Gontor yang sudah jauh-jauh dari Ponorogo ke Gresik. Terima kasih juga kepada pihak Warunk Upnormal atas keramahan pelayanan yang diberikan pegawainya, ya, meskipun daya listrik tidak terlalu bersahabat saat itu.

Salam open source!.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.