Lingkungan desktop (inggris: desktop environment, disingkat: DE) adalah tampilan grafis pada sistem operasi yang merujuk pada antarmuka pengguna dan bagaimana pengguna berinteraksi dengan komputer atau laptop mereka.

Artikel ini membahas mengenai enam (6) DE yang populer di Ubuntu dan GNU/Linux pada umumnya. Tapi, kenapa harus Ubuntu, kok nggak distribusi yang lain?.

Ubuntu merupakan sistem operasi yang sangat friendly terhadap pengguna baru. Disamping itu, Ubuntu juga menjadi salah satu distribusi yang menerapkan hampir semua DE bebas. Tengok saja, Kubuntu, Lubuntu, Xubuntu, Ubuntu MATE dan Ubuntu Budgie bahkan Ubuntu sendiri juga menerapkan DE yang khas, GNOME.

Apakah anda mulai bingung? Bingung mau pilih Ubuntu rasa apa? atau bahkan bingung dengan DE-nya? Tenang, saya akan mencoba menjelaskan sedetail mungkin. Semoga.

Ubuntu flavours atau varian rasa Ubuntu dibedakan dengan jenis DE yang diusungnya, meski tidak menutup kemungkinan fitur unggulan yang ditawarkannya, seperti Ubuntu Studio yang fokus pada dunia multimedia dan Ubuntu Kylin yang dikhususkan untuk pengguna dari Negeri Tirai Bambu, China.

Ubuntu adalah proyek induk yang dikembangkan dan disponsori oleh Canonical. Ubuntu yang dikembangkan oleh Canonical menggunakan DE GNOME. Ubuntu menganut paham kebebasan perangkat lunak, untuk itulah, beberapa komunitas besar seperti KDE, LXDE, XFCE, MATE dan Budgie turut mengembangkan Ubuntu dengan sentuhan baru. Anda dapat memeriksa daftar varian Ubuntu di situs resminya di tautan ini.

Berikut ini pembahasan mengenai enam lingkungan desktop yang didukung oleh Ubuntu:

Lingkungan Desktop GNOME

DE Ubuntu 18.04, sumber: ubuntu.com

GNOME adalah nama dari lingkungan desktop yang dikembangkan oleh Yayasan GNOME. GNOME menawarkan banyak hal kepada para penggunaya, diantaranya, kemudahan dalam penggunaan, pengguna sebagai pemegang kendali perangkatnya, dibuat dengan halus, dan kemudahan untuk mengakses semua data daring Anda.

GNOME tersedia sebagai perangkat lunak bebas, dimana pengguna atau Anda bisa mendapatkan kode sumbernya, memodifikasinya hingga menjadi turunan perangkat lunak baru. Semua tersedia secara bebas, bukan gratis.

GNOME membawa beberapa aplikasi yang khas, Gedit, Chesee, Brasero, Rhythmbox, Totem, Kontak, Shotwell, Nautilus, Terminal, Sistem Monitor, Eye of GNOME, GNOME Recipes, dan masih banyak lagi.

Lingkungan Desktop MATE

Tampilan lingkungan desktop MATE di Ubuntu 18.04, sumber ubuntu-mate.org

Lingkungan desktop MATE masih termasuk keluarga dari lingkungan desktop GNOME, lebih tepatnya GNOME 2 (gnome classic), namun karena pengembangan GNOME 2 kini lebih fokus ke GNOME 3 (gnome shell) dan kode sumber masih tersedia bebas maka perkembangan GNOME 2 dilanjutkan oleh komunitas MATE dan menjadi lingkungan desktop MATE.

MATE adalah lingkungan desktop favorit saya, disamping ringan, dan mudah dioperasikan, dua panel atas dan bawah serta cara berinteraksinya dengan Ubuntu yang ada didalamnya belum bisa membuat saya pribadi pindah ke DE lain. Sampai-sampai beberapa teman saya menyebut saya tidak bisa move on. Saya sudah menggunakanya sejak Xenial Xerus (Ubuntu 16.04) diluncurkan sampai menulis artikel ini.

MATE membawa beberapa aplikasi, Caja, Pluma, Eye of MATE, Atril, Engrampa, MATE Terminal dan masih banyak lagi.

Nama “MATE”, diucapkan Ma-Tay, berasal dari yerba maté, sebuah spesies tanaman asli di daerah subtropis Amerika Selatan. Daunnya mengandung kafein dan digunakan untuk membuat sebuah minuman disebut mate.

Lingkungan Desktop LXDE

Tampilan DE LXDE saat live di Lubuntu 18.04, sumber lubuntu.net

LXDE merupakan singkatan dari Lightweight X11 Desktop Environment, adalah lingkungan desktop yang ringan dan cepat. DE ini dirancang agar user friendly dan ramping, sekaligus menjaga penggunaan sumber daya tetap rendah. LXDE menggunakan lebih sedikit RAM dan lebih sedikit CPU. Tidak seperti desktop terintegrasi lainnya, LXDE berusaha menjadi modular, sehingga setiap komponen dapat digunakan secara independen dengan sedikit dependensi. Ini membuat porting LXDE ke berbagai distribusi dan platform lebih mudah.

Bagi anda yang ingin mencoba distribusi GNU/Linux tapi sumber daya anda sangat terbatas, Lubuntu bisa menjadi alternatif untuk dijalankan di komputer atau laptop anda. Konon, Lubuntu 32-bit dapat berjalan di atas RAM 512 MB dan CPU dualcore sedangkan untuk arsitektur Lubuntu 64-bit dapat dijalankan minimal RAM 1024 MB atau 1 GB dengan inti prosesor yang sama.

LXDE juga mebawa beberapa aplikasi yang khas, PCMan, Leafpad, Xarchiver, GpicView, LXTerminal, LXMusic, LXTask,

Lingkungan Desktop Xfce

DE Xfce di Xubuntu 18.04, sumber news.softpedia.com

Xfce adalah lingkungan desktop yang ringan untuk sistem operasi mirip UNIX. Ini bertujuan untuk menjadi cepat dan rendah pada sumber daya sistem, sementara masih menarik secara visual dan user friendly.

Xfce mengandalkan satu panel yang dapat anda manfaatkan untuk mengoperasikan komputer atau laptop anda, sama seperti LXDE hanya saja posisinya dibawah.

Untuk menjalankan Xfce anda dapat memilih Xubuntu atau distribusi yang lain. Menurut informasi dari situs resminya, Xubuntu dapat dijalankan diatas RAM 512 MB dan kebutuhan penyimpanan kurang dari 8 GB (minimal) untuk instalasinya.

XFCE juga membawa beberapa aplikasinya yang khas, Thunar, Midori, Xfburn, Mixer, Image Viewer, Orage, Terminal, dan lain-lain.

KDE

Lingkungan desktop Kubuntu pada Ubuntu 18.04, sumber kubuntu.org

Ubuntu dan KDE adalah dua hal yang berbeda. Ubuntu sebagai sistem operasi sedangkan KDE adalah salah satu jenis lingkungan desktop, yang menyamakan dari keduanya adalah semangat open source dan kebebasan yang selalu dijujung.

Ubuntu dengan lingkungan desktop default KDE dikenal dengan Kubuntu (Ubuntu dengan lingkungan desktop KDE) merupakan proyek yang berdiri sejak Oktober 2004 dengan misi menyediakan perangkat lunak KDE stabil terbaru yang mencangkup proyek unggulan Plasma, lingkungan desktop yang berjalan diatas Ubuntu Core yang stabil.

Kubuntu juga membawa beberapa aplikasinya yang khas, diantaranya, Dolphin, Gwenview, Okular, Kontact, KDE Telepathy, Dragon Player, Amarok dan lain-lain.

Budgie

Lingkungan desktop Ubuntu Budgie Bionic Beaver (development branch), sumber ubuntubudgie.org

Budgie merupakan lingkungan desktop yang awalnya dimulai pada tahun 2013. Budgie memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman yang akrab, modern, dan memberi pengalaman yang tidak seperti biasa pengguna saat mengakses lingkungan desktopnya.

Melalui catatan rapat internal Ubuntu pada tahun 2016 silam dan pengumuman dari Tim Budgie-Remix, Dewan Teknis Ubuntu telah meresmikan Budgie-remix masuk ke official flavour Ubuntu. Mulai dari sinilah distribusi yang dikembangkan dikenal dengan Ubuntu Budgie, dengan rilis pertamanya di Ubuntu 17.04 “Zesty Zapus”.

Sebagai lingkungan desktop pendatang baru tentu Budgie tidak bisa dianggap remeh, segudang fitur-fitur barunya sudah siap memanjakan gesekan jemari dan memanjakan mata pengguna.

Apa Masih Ada Lingkungan Desktop yang lain?

Lingkungan desktop yang saya jelaskan diatas adalah lingkungan desktop resmi yang digunakan oleh keluarga besar Ubuntu. Jika anda bertanya apakah ada lingkungan desktop yang lain selain yang digunakan (resmi) oleh Ubuntu?

Maka saya akan menjawab “iya, masih ada beberapa lingkungan desktop yang lainnya”.

Ada beberapa lagi lingkungan desktop yang saya tahu dan mungkin belum pernah saya coba. Diantaranya adalah lingkungan desktop Cinnamon (Linux Mint), Manokwari (BlankOn Linux), Unity (tidak didukung mulai dari rilis 17.10, Ubuntu sudah beralih ke GNOME) dan lainnya.

Kesimpulan

Distribusi GNU/Linux sangat kaya dan penuh dengan warna. Cara kita berinteraksi dengan sistem operasi-pun sangat beragam, karena banyak akan lingkungan desktop yang bisa memanjakan penggunanya.

Bagi anda pengguna baru, mungkin anda akan sedikit kebingungan. Apa lingkungan desktop yang aman untuk saya? mungkin itu salah satu pertanyaan terlepas dari pilihan distribusi yang ingin anda digunakan.

Saya tidak bisa menjelaskan semuanya satu-satu secara detail dan gamblang. Hanya saja semua mulai dari keterbiasaan kita sendiri. Saya sendiri sudah menggunakan beberapa lingkungan desktop seperti GNOME, Unity dan MATE, terhitung mulai dari rilis Ubuntu 16.04 hingga sekarang saya menggunakan MATE. Alasannya sederhana, karena saya merasa nyaman dengan lingkungan desktop MATE.