Mengenal Aplikasi Perkantoran Bebas dari The Document Foundation, LibreOffice

LibreOffice merupakan aplikasi perkantoran yang bersifat bebas dan dikembangkan oleh The Document Foundation. Maksud dari kata bebas disini yaitu anda dapat dengan bebas mendapatkannya, menggunakannya, menyebarkannya, bahkan anda bisa juga mengotak-atik kode sumbernya, baik tanpa membayar atau dengan membayar (donasi). Wow!. Keren bukan. Itu karena LibreOffice dikembangkan berdasarkan lisensi GNU GPL atau GNU General Public Lisence.Lalu, apa dedanya dengan aplikasi perkantoran Microsoft Office yang telah kita kenal selama ini?

Jika dilihat dari segi fungsinya, kedua perangkat lunak ini (LibreOffice dan Microsoft Office) memiliki fungsi yang sama. Mengolah kata, mengolah angka, mengolah presentasi, dan lain-lain. Namun jika dilihat dari sisi lisensi, barulah kita dapat membedakan dua perangkat lunak ini.

Lisensi yang tersemat di LibreOffice sangat berbeda dengan Microsoft Office. Bisa dibilang perbedaanya dalah 360°. Dimana LibreOffice termasuk pada kategori lisensi perangkat lunak bebas, sedangkan Microsoft Office termasuk kategori perangkat lunak tidak bebas atau kepemilikan (proprietary).

Kembali ke LibreOffice. Sama halnya dengan Microsoft Office, LibreOffice juga menyertakan beberapa aplikasi lain, sebut saja si Writer, si Calc dan si Impress. Tiga aplikasi itulah yang paling sering digunakan dalam proses manajemen dokumen.

Agar anda dapat memahami lebih detail, saya akan mencoba mengulas LibreOffice dari berbagai sisi. Baik itu sisi UI, aplikasi-aplikasi, hingga format berkas yang digunkannya.

LibreOffice dari Sisi Tampilan (UI)

Mulai dari awal pengembangannya, terlihat sampai dengan versi 5.2, LibreOffice membawa tampilan standar, agak mirip seperti Microsoft Office 2003. Bagi yang sudah terbiasa dengan MS. Office 2003, tentu juga akan terbiasa dengan tampilan standar LibreOffice. Bagi yang sudah terbiasa dengan tampilan “Ribbon UI” ala Ms. Office 2007 hingga kini, Ms. Office 2016, tentu akan sulit bagi pemula untuk beradaptasi.

Pihak TDF (The Document Foundation) tampaknya menerima dengan baik masukan-masukan dari penggunanya, maka sejak rilis LibreOffice 5.3 hingga kini, LibreOffice 6.1, TDF mengenalkan antar muka anyarnya dengan sebutan “Muffin” atau Notebookbar. Dengan demikian, kekakuan yang dirasakan imigran asal Ms. Office dapat diatasi. Pun demikian, Muffin sampai saat ini (LibreOffice 6.1.0) masih termasuk sebagai fitur uji coba (experimental). Meski begitu, pihak TDF menjamin kestabilannya.

LibreOffice dari Sisi Aplikasi

LibreOffice merupakan brand yang menyertakan beberapa aplikasi perkantoran yang lain, seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Ada Writer untuk pengolahan kata, Calc untuk pengolahan angka tau spreadsheet dan Impress untuk mengolah dokumen presentasi.

Selain dari ketiga aplikasi yang saya sebutkan, ada juga produk perkantoran lain yang ditawarkan oleh TDF melalui LibreOffice, diantaranya, Draw untuk pengolah diagram, Base untuk mengolah basis data dan Math untuk mengolah formula matematika.

LibreOffice dari Sisi Format Pemberkasan

Format berkas merupakan identitas yang dibawa oleh hampir semua aplikasi pembuat dokumen, tak terkecuali LibreOffice ini.

Adapun format berkas yang digunakan oleh LibreOffice adalah OpenDocument Format (Format Dokumen Terbuka). Sebelum membahas lebih jauh mengenai format pemberkasan, tahukah anda dengan arti kata ‘format’ ini?

Menurut KBBI, format (kata benda) berarti bentuk dan ukuran (buku, surat kabar dan sebagainya). Sedangkan dalam ilmu komputer, seperti yang saya kutip dari WikiPedia, menjelaskan bahwa format berkas (.png, .jpg, .svg, dan lain-lain) merupakan cara standar pengkodean informasi saat akan disimpan pada penyimpanan berkas di komputer. Hal ini menentukan bagaimana bit digunakan untuk mengkodekan (encode) informasi dalam media penyimpanan digital. Format berkas dapat berupa kepemilikan atau bebas dan mungkin tidak dipublikasikan atau terbuka.

Kembali ke OpenDocument Format atau yang diasa disingkat ODF. ODF merupakan format pemberkasan yang sepenuhnya terbuka dan berstandar ISO. Dengan standar ini, maka perangkat lunak perkantoran lain dapat menerapkan dukungan untuk ODF. Dengan menggunakan format dokumen ini anda bisa melakukan pendistribusian berkas antar komputer dengan sistem operasi yang berbeda tanpa takut dengan biaya lisensi.

ODF menghasilkan ekstensi yang khas, meliputi:

  • .odt – dokumen teks.
  • .ods – berkas spreadsheet.
  • .odp – berkas presentasi.
  • .odg – format berkas ilustrasi atau grafik

LibreOffice dari Sisi Pengguna

LibreOffice lebih sering terlihat dijalankan di sitem operasi GNU/Linux, karena memang kebanyakan dari sistem operasi tersebut telah memaketkan LibreOffice sebagai aplikasi perkantoran bawaan.

Bagi anda pengguna sistem operasi selain GNU/Linux, anda juga dapat mencoba aplikasi perkantoran di sistem operasi yang anda gunakan. Itu karena LibreOffice disediakan bukan hanya untuk GNU/Linux saja, melainkan juga tersedia untuk MacOS dan Windows. Tidak seperti Ms. Office yang tersedia untuk Windows dan MacOS saja, jika kita berbicara dalam hal desktop.

Unduh LibreOffice untuk Mesin Anda

LibreOffice tersedia bagi semua platform sistem operasi (cross platform), baik itu GNU/Linux, MacOS atau Windows. Untuk mendapatkan LibreOffice, anda dapat langsung mengunjungi situs resmi unduhan LibreOffice.

Sumber Artikel

https://www.libreoffice.org/discover/libreoffice/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.