Pecel semanggi merupakan satu dari sekian banyak makanan yang menggambarkan ciri khas dari kota pahlawan, Surabaya. Makanan yang berbahan dasar semanggi itu disajikan dengan sambal atau saus berbahan dasar ubi jalar.

Sebelum saya melanjutkan ulasan terkait spesifikasi se-pincuk pecel semanggi, apakah Anda tahu sayuran yang sebenarnya mudah ditemui di sawah ini?

Jika suatu saat Anda sedang berjalan-jalan dipinggiran sawah yang sudah panen dan kebetulan areanya masih gembur karena air, maka Anda akan dengan mudah menemukan tumbuhan kecil berwarna hijau, memiliki tiga daun dan masing-masing daunnya membentuk tanda hati (love).

Kalau deskripsi di atas masih belum membangun imajinasi Anda tentang tanaman semanggi, Anda bisa memanfaatkan mesin pencari untuk mengetahui lebih lanjut. Cukup dengan kata kunci “semanggi”.

Pecel Semanggi, makanan khas Surabaya yang legendaris

Kembali ke pecel semanggi. Kekhas-an yang melekat pada pecel semanggi sebagai makanan dari Surabaya tidak membuatnya hanya dijajakan di Kota Pahlawan saja. Di Sidoarjo-pun juga banyak yang menjualnya dan penjual pecel semanggi ini sangat mudah dikenali. Kalau saya mengenalinya dengan kerupuk puli lebar yang memang sebagai pelengkap sajian itu.

Se-pincuk pecel semanggi biasanya terdiri dari semanggi, kecambah (taoge), saus bumbu dan kerupuk puli. Tingkat kepedasan dari bumbunya bisa diatur sesuai dengan selera Anda.

Jika kebetulan Anda berada di daerah Tropodo, Anda dapat menjumpai penjual pecel semanggi ini tepat di depat kantor Telkom Tropodo. Buka mulai jam 08:00 sampai (biasanya) jam 14:00 WIB.

Selain di Tropodo, yang saya tahu, di daerah Pagerwojo juga ada penjual pecel semanggi, tepatnya di dekat SDN Pagerwojo. Selebihnya, Anda bisa menemukan juga penjual pecel semanggi saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Alun-alun Sidoarjo.

Pecel semanggi, makanan legendaris khas Surabaya, warisan budaya.