Dokumen teks merupakan salah satu dari sekian banyak jenis dokumen digital yang ada. Artikel ini mengulas perbandingan pembuatan dokumen teks menggunakan LibreOffice Writer dengan Microsoft Office Word.

Dua aplikasi ini, LibreOffice dan Microsoft Office, merupakan aplikasi yang memiliki fungsi utama menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan perkantoran. Meski memiliki fungsi yang sama, nyatanya kedua aplikasi tersebut bak minyak dan air.

Dalam teknik pembuatan dokumen teks sesuai dengan standar dalam laporan skripsi yang pernah saya buat, baik dalam format khas LibreOffice maupun dengan Microsoft Office, ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan.

Diantara bagian yang perlu diperhatikan dalam membuat dokumen teks berupa laporan skripsi adalah pemformatan halaman, fonta, dan gaya paragraf. Berikut ulasan pembuatan dokumen teks antara LibreOffice Writer dengan Microsoft Office Word.

Pemformatan halaman

Proses pembuatan laporan skripsi tidak lepas dengan skenario. Dimana kita membutuhkan sedikitnya tiga halaman berbeda sesuai fungsinya. Halaman pertama untuk kover. Halaman kedua untuk daftar isi dan kebutuhan lain. Halaman ketiga untuk isi dokumen.

Perbedaan paling jelas dari masing-masing halaman terletak pada sistem penomoran. Halaman pertama (cover) tidak memerlukan nomor halaman. Halaman kedua (daftar isi) menggunakan format penomoran romawi. Halaman ketiga (isi dokumen) menggunakan format penomoran angka.

Pemformatan halaman di LibreOffice Writer

Di LibreOffice pemformatan halaman dikenal dengan gaya. Sehingga untuk menghasilkan tiga halaman yang berbeda diperlukan tiga gaya halaman yang juga berbeda. Biasanya, saya menggunakan gaya baku, indeks dan halaman pertama.

Untuk membuat ketiganya bisa dilakukan dengan dua cara sederhana. Cara pertama dengan mengeklik menu sisipkan, klik lagi tombol sisipkan tarik-turun, kemudian pilih pemutus manual. Cara kedua dengan mengeklik menu tata letak, pemutus manual, kemudian pilih jenis pemutus yang diinginkan berdasarkan gaya masing-masing halaman.

Ketiga gaya diatas memiliki pengaturan yang berbeda. Misalnya, jika Anda mengatur batas halaman di gaya baku, Anda-pun juga harus mengatur batas halaman dimasing-masing gaya halaman. Pada suatu kondisi, Anda juga harus memastikan gaya berikutnya yang digunakan halaman tertentu.

Pemformatan halaman di Microsoft Office Word

Di Microsoft Office Word pemformatan halaman dikenal dengan section. Untuk menghasilkan tiga halaman yang berbeda diperlukan tiga section yang berbeda. Perbedaan tiap section hanya terletak pada namanya saja. Jika Anda membuat tiga section, maka nama tiap-tiap section adalah section 1, section 2 dan section 3.

Untuk membuat section di Microsoft Office Word, Anda cukup mengeklik tab menu tata letak, klik lagi tombol tarik-turun breaks kemudian pilih Halaman Berikutnya atau Next Page.

Jika diawal Anda sudah melakukan perubahan pada batas halaman, Anda tidak perlu mengatur batas halaman lagi di section berikutnya.

Fonta

Setelah mengatur format halaman, hal berikutnya yang tak kalah penting dalam pembuatan dokumen adalah fonta. Ini adalah bagian yang penuh dengan kontroversi. Baik Microsoft Office atau LibreOffice, keduanya hadir dengan membawa gaya mereka sendiri.

Fonta resmi yang banyak digunakan di instansi resmi biasanya berjenis Sans atau Serif. Baik LibreOffice maupun Microsoft Office, keduanya telah dibekali jenis fonta tersebut.

Fonta khas Microsoft Office

Microsoft Office terkenal dengan fonta yang digunakan oleh hampir semua instansi resmi di dunia. Baik instansi pendidikan, perkantoran, sampai organisasi. Anda tentu sudah mengenalnya, mereka adalah Times New Roman dan Arial.

Times New Roman merupakan fonta berjenis Serif. Fonta ini merupakan salah satu fonta yang fardhu ‘ain dipakai pada dokumen resmi. Bahkan, di Indonesia, baik institusi pemerintahan, pendidikan tinggi, semua wajib menggunakan fonta ini untuk urusan dokumen resmi.

Fonta khas LibreOffice

LibreOffice, secara baku, juga dibekali dengan fonta yang sangat khas dengan jenis yang sama, yaitu Sans atau Serif. Mereka terkumpul dalam satu keluarga bernama Liberation. Fonta berjenis Sans bernama Liberation Sans, begitu juga fonta berjenis Serif dinamakan Liberation Serif.

Kepopuleran kedua fonta bebas ini sangat kalah dengan fonta berhak milik yang dibawah oleh Microsoft ke dalam sistem operasi besutannya.

Gaya paragraf

Baik di LibreOffice maupun Microsoft Office, keduanya memiliki pengaturan yang hampir sama dengan cara modifikasi masing-masing gara paragraf yang juga hampir sama-pula.

Pengaturan gaya paragraf lebih umum dengan mengatur penggunaan heading halaman. Baik heading 1, heading 2, heading 3, maupun heading 4.

Untuk kasus Microsoft Office, pengaturan heading 3 dan 4 masih tersembunyi, jadi, jika Anda memerlukan penggunaan kedua heading ini, Anda perlu mengaktifkannya terlebih dahulu.

Pengaturan heading bisa Anda temukan di menu beranda atau home, baik di LibreOffice maupun di Microsoft Office.

Kesimpulan dokumen teks: LibreOffice vs. Microsoft Office

Dalam pembahasan ini, Microsoft Office memang lebih unggul dari pada LibreOffice dalam kemudahan pengaturan pembuatan templat untuk dokumen teks sesuai dengan skenario yang sudah saya jelaskan di atas.

Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, disamping tampilannya yang lebih menarik, Anda seharusnya tidak ragu untuk membeli lisensinya. Toh, Anda sudah merasakan manfaatnya, kan. Masak masih bajak juga, sih.

Nah, solusi bagi Anda yang belum mampu membeli lisensi Microsoft Office, Anda bisa menggunakan LibreOffice untuk sementara waktu sampai Anda benar-benar mampu membeli lisensi dari Microsoft Office.

Saya juga pengguna LibreOffice, kok. Masalah susah-mudah itu tergantung segiat apa Anda mempelajari sesuatu yang disediakaan untuk Anda. Ya itu-pun kalau Anda masih mau belajar. Peace!