Pemandangan alam yang masih alami. Nyanyian satwa-pun masih terdengar nyaring. Pemandangan sejuk nan indah khas Air Terjun Tretes memang tiada duanya.

Secara geografis, Air Terjun Tretes berada di lingkungan Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. dan berbatasan dengan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Selalu ada cerita menarik saat berkunjung ke tempat Ibu Riani, Ibu kos kami sewaktu kegiatan KKN berlangsung. Di Desa Galengdowo.

Pagi itu, Rabu, 25 Desember 2019, yang bertepatan dengan hari libur nasional, saya dan beberapa teman KKN saya berkunjung kembali ke Galengdowo.

Ada yang berbeda dalam kunjungan kali ini. Bisanya, saat berkunjung ke Galengdowo saya selalu bersama dengan teman-teman satu tim KKN. Tapi, kunjungan kali ini, saya ditemani juga oleh teman-teman non-tim KKN.

Tim ekspedisi Air Terjun Tretes

Mereka adalah Om Bagus (tim KKN), Cak Firman (tim KKN), Dhoni, Riano, Irfan. Total enam orang. Termasuk saya.

Desa Galengdowo memang tidak banyak berubah sejak kunjungan terakhir kita di tahun 2018. Begitu kami sampai di rumah Bu Riani, kami langsung disambut dengan hangat oleh beliau.

Tujuan kunjungan ini selain silaturahmi, saya dan teman-teman ingin menikmati keindahan dan kealamian alam yang ditawarkan air terjun Tretes.

Bersama kami, ada juga Mas Rudi, putra tertua Bu Riani yang ikut menemani kami ke Air Terjun Tretes.

Perjalanan menuju Air Terjun Tretes

Bisa dibilang, perjalanan menuju Air Terjun Tretes agak ngeri-ngeri sedap. Terhitung dari tempat parkir wisata menuju ke titik utama kawasan wisata Air Terjun Tretes berjarak sekitar 3,5 KM.

Medan jalan menuju air terjun Tretes yang sudah diperbaiki
Medan jalan menuju air terjun Tretes yang sudah diperbaiki

Pengunjung wisata bisa memilih dua opsi untuk sampai ke Air Terjun Tretes. Berjalan kaki atau naik ojek. Pilihan mana-pun rasanya hampir sama.

Opsi pertama, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 3,5 KM untuk sampai ke Air Terjun Tretes dan menghabiskan kurang lebih 2 – 3 jam perjalanan. Itu-pun tergantung berapa lama kita istirahat.

Opsi kedua, pengunjung bisa memanfaatkan layanan ojek yang disediakan pengelola wisata dengan tarif sebesar Rp20.000.00 sekali jalan. Ini adalah opsi tercepat yang bisa Anda tempuh.

Pemandangan yang disuguhkan alam sungguh luar biasa menariknya. Khas pegunungan memang. Tapi untuk ukuran orang yang tinggal jauh dari pegunungan pemandangan ini memang sangat elok.

Salah satu sudut pemandangan alam menuju ke Air Terjun Tretes
Salah satu sudut pemandangan alam menuju ke Air Terjun Tretes
Melewati jembatan
Melewati jembatan
1,5 KM lagi untuk sampai Air Terjun Tretes
1,5 KM lagi untuk sampai Air Terjun Tretes

Selama perjalanan menuju titik pusat wisata Air Terjun Tretes, ada beberapa titik pemberhentian yang disediakan pengelola bagi pengunjung.

Beberapa berupa warung yang dikelola oleh warga sekitar, beberapa yang lain berupa halte dan dua pos inti. Kami betul-betul memanfaatkan fasilitas yang ada untuk istirahat.

Ketika Irfan kepincut ote-ote hangat
Ketika Irfan kepincut ote-ote hangat

Pesona air terjun Tretes

Perjalanan masih panjang memaksa kita harus segera melanjutkan perjalanan. Sesekali kami mengabadikan momen juga.

Salah satu track menuju ke Air Terjun Tretes
Jepret-jepret dulu
Medan menuju ke Air Terjun Tretes yang mulai bersahabat
Medan menuju ke Air Terjun Tretes yang mulai bersahabat

Dari kejauhan terlihat sepanduk ucapan selamat datang di objek wisata Air Terjun Tretes. Fuhh… Akhirnya kami sampai juga di air terjun Tretes.

Spanduk ucapan selamat datang

Eits… Saya keliru. Ternyata sepanduk selamat datang itu adalah penanda pos masuk menuju kawasan wisata. Pantas saja, tidak ada suara gemuruh air.

Pos utama menyediakan beberapa fasilitas untuk pengunjung, seperti tempat istirahat, kamar mandi, hingga untuk mendapatkan tiket masuk ke lokasi wisata.

Ada juga fasilitas lain berupa taman kecil lengkap dengan tempat duduknya.

Kami tidak bisa santai berlama-lama. Begitu semua urusan manusiawi selesai, kami berangkat. Masih membutuhkan 1 KM perjalanan lagi untuk sampai ke pusat wisata. Air terjun Tretes.

Mulai dari sini, jalur yang kita lewati cukup terjal dan licin. Naik turun. Ada juga sisa pohon tumbang yang menghalau jalan.

Tapi, semua itu akan terbayar saat air terjun Tretes sudah terlihat dekat dengan mata.

Pohon unik dijalur menuju air terjun Tretes
Pesan untuk menjaga kelestarian di lingkungan wisata air terjun Tretes

Akhirnya, kami bisa merasakan kucuran air yang mengalir deras kebawah. Tidak tahan berlama-lama, saya-pun mencebur ke kubangan air dibawah air terjun. Inilah penampakan Air Terjun Tretes dari dekat.

Air Terjun Tretes, Wonosalam
Keseruhan kami di air terjun Tretes via video gerak lambat
Riano mau ngeluarin jurus naga air :3

Akhir yang tak pernah usai

Begitulah keseruhan kami di Wisata Alam, Air Terjun Tretes. Mungkin ini liburan yang penuh tantangan bagi saya, salah satu jamaah dari kaum rebahan yang tiba-tiba ingin sekedar bermain air di lereng gunung.

Bagi teman-teman yang ingin mulai merasakan bagaimana sensasi naik gunung, mungkin Wisata Alam Air Terjun Tretes ini bisa Anda manfaatkan untuk berlatih.

Terima kasih untuk keluarga Ibu Riani yang selalu dan selalu membuat kami ingin kembali lagi. Terima kasih juga untuk Mas Rudi, putera tertua Ibu Riani, berkat dia, kita bisa mendapat hak akses sudo untuk masuk kekawasan wisata alam yang keren ini.

Akhir kata, kami sudah tidak kuat melangkah lagi, hari sudah semakin gelap, gerimis juga tak mau tenang, ojek adalah pilihan terbaik untuk mengantar kami sampai di pintu keluar wisata.

Foto dengan driver paling kece se-Wonosalam

Sampai jumpa dicerita selanjutnya. Salam.