Libur akhir pekan telah datang. Saya sudah siap dengan rencana jalan-jalan “iseng” saya ke Kabupaten Jember. Mengingat ini kunjungan pertama saya, tidak banyak tempat yang bisa saya eksplor.

Jalan-jalan “iseng” ke Kabupaten Jember saya awali dari Stasiun Sidoarjo dengan K.A. Probowangi pukul 04:50 WIB dan dijadwalkan sampai di Stasiun Jember pada pukul 08:38 WIB. Saya tidak sendirian, ada si Nuel bersama saya meskipun beda gerbong. Sabtu, 1 Februari 2020.

Suasana Stasiun Sidoarjo pagi hari
Suasana Stasiun Sidoarjo pagi hari
Kereta Api Probowangi tiba di St. Sidoarjo
Kereta Api Probowangi tiba di St. Sidoarjo

Selama perjalanan menuju St. Jember, saya hanya menikmati perjalanan dengan menatap jendela sebelah kanan-kiri saya. Sesekali menikmati cemilan yang saya beli dari stasiun Sidoarjo.

Probowangi merayap dengan cepat. Sesekali pengumuman kedatangan kereta dibunyikan saat akan memasuki stasiun pemberhentian sementara. Bangil, Pasuruan, hingga Probolinggo-pun terlewati dengan mulus.

Pemandangan dari arah perjalanan Probowangi menuju St. Jember
Pemandangan dari arah perjalanan Probowangi menuju St. Jember

Jam menunjukkan pukul 08:24 WIB saat Probowangi berhenti di Stasiun Rambipuji. Sesuai instruksi Pak Stanis, tinggal satu stasiun pemberhentian lagi untuk sampai di Stasiun Jember.

Suara empuk nan merdu dari seseorang dibalik pengeras suara mulai menggema di gerbong EKO3. Akhirnya, sampai juga saya di pemberhentian terakhir. Stasiun Jember.

Sarapan Nasi Pecel

Hal yang saya lakukan setelah menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Kabupaten Jember adalah warung nasi. Ya, perut saya sudah meronta-ronta minta segera diisi. Empat sobek roti isi coklat dan keju seolah tidak ada gunanya. Nasi. Saya butuh nasi.

Stasiun Jember
Akhirnya kami sampai di Stasiun Jember

Saya dan Nuel berjalan menjauh dari Stasiun Jember untuk mencari warung. Beruntung, tepat di depan gang keluar stasiun terdapat sebuah warung nasi sederhana yang bernama Kantin Hidayah. Saya langsung memesan satu porsi nasi pecel ala Jember untuk sarapan.

Nasi pecel di Jember
Menu sarapan pagi, Nasi Pecel

Disini, Pak Stanis menjemput kami. Kami bergegas berangkat ke SMKN 2 Jember, tempat dilaksanakannya penerjemahan LibreOffice Jember yang diadakan oleh KLJ (Komunitas Linux Jember).

Penerjemahan LibreOffice Jember

Inilah tujuan utama saya berkunjung ke Kabupaten Jember, selain kuliner, tentunya.

Ada yang baru dari penerjemahan LibreOffice kali ini kalau dibandingkan dengan penerjemahan LibreOffice sebelum-sebelumnya. Hal itudikarenakan The Document Foundation telah menggunakan perkakas penerjemah baru untuk aplikasi perkantoran yang dikembangkannya itu.

Sebut saja Weblate. Sebuah aplikasi pengalih bahasa berkelanjutan berbasis web yang ditulis dari bahasa pemrograman Python. Aplikasi ini termasuk aplikasi bebas yang berlisensi dibawah lisensi GNU GPL v3+.

Awalnya saya memang agak kaku berinteraksi dengan Weblate ini, maklum, saya masih lebih familiar dengan alat penerjemahan sebelumnya, Pootle, tapi berkat arahan dari Nuel, Pak Stanis dan Pak Sofyan akhirnya saya mulai memahami bagaimana cara menerjemahkan LibreOffice menggunakan Weblate.

SMKN 2 Jember
SMKN 2 Jember
Pak Stanis sedang menerjemahkan LibreOffice
Pak Stanis sedang menerjemahkan LibreOffice
SMKN 2 Jember
SMKN 2 Jember
Proses penerjemahan LibreOffice
Proses penerjemahan LibreOffice, Pak Sofyan (mengenakan t shirt hijau) dan Nuel
Mentor penerjemahan LibreOffice Jember
Sang mentor penerjemahan LibreOffice Jember, Imanuel.
Swafoto di SMKN 2 Jember
Swafoto di SMKN 2 Jember

Penerjemahan ini dimulai dari jam 10:00 WIB hingga jam 15:30 di SMKN 2 Jember.

Makan siang di Mie Apong Jl. Jawa

Mie Ayam. Salah satu dari sekian banyak makanan favorit saya. Di Kabupaten Jember juga ada banyak sajian mie ayam yang bisa kita temukan. Tapi, untuk kasus mie yang satu ini sedikit berbeda dengan Mie Ayam pada umumnya.

Mie Apong cabang Jl. Jawa
Mie Apong cabang Jl. Jawa

Menurut Pak Stanis dan Pak Sofyan, Mie Apong ini hanya ada di Jember, pun begitu dengan cabang-cabangnya. Salah satunya Mie Apong yang berada di Jl. Jawa ini.

Lantas, apa yang membedakan Mie Apong ini dengan Mie Ayam yang lain?

Secara tampilan, Mie Apong dengan Mie Ayam sangat berbeda, terutama dari cara mengolah daging ayamnya sebagai toping dan sayurannya.

Mie Ayam cenderung memiliki toping ayam kecap yang disuwir kasar atau utuh berupa potongan bagian ayam seperti ceker, kepala, sayap atau bagian lainnya. serta dilengkapi sawi hijau sebagai sayuran pelengkapnya.

Sajian Mie Ayam Apong cabang Jl. Jawa
Sajian Mie Ayam Apong cabang Jl. Jawa

Jika dilihat dari segi penyajiannya, Mie Apong cenderung memiliki kesamaan dengan Mie Ayam Jakarta. Bertoping ayam yang sudah dicincang halus, bawang goreng dan ditambah irisan daun bawang. Meski begitu, Mie Ayam Jakarta, dalam penyajiannya, masih menggunakan sayuran hijau (selada) sebagai pelengkapnya. Sedangkan Mie Apong disajikan tanpa sayuran. Sebagai ganti sayuran, pengelola telah menyajikan acar.

Rasanya bagaimana? Lebih enak mana sama Mie Ayam yang biasanya?. Meskipun cara penyajian antara Mie Ayam dengan Mie Apong agak berbeda, menurut saya pribadi, sih, sama enaknya, kok. Jika ditanya masalah berapa rating untuk rasa Mie Apong ini, Jika dinilai antara 1 atau 5, maka saya akan mantap menjawab 4.

Makan Mie Apong
Makan Mie Apong
Makan Mie Apong
Makan Mie Apong

Satu porsi Mie Apong (porsi biasa atau kecil) dihargai sebesar Rp.10.000.00 saja, sedangkan untuk porsi jumbo dihargai Rp.12.000.00 plus dapat bonus pangsit basah.

Setelah kenyang, kami kembali ke SMKN 2 Jember untuk melanjutkan proses penerjemahan. Eits, sebelum itu, si Nuel minta untuk mampir sejenak ke perguruan tinggi yang selalu viral prosesi wisudahannya. Yep, Universitas Jember.

Mampir ke Universitas Jember
Mampir ke Universitas Jember cuman buat foto doang

Sekedar berfoto juga gak apa-apa, kan?

Setibanya di SMKN 2 Jember, kami melanjutkan proses penerjemahan LibreOffice hingga jam menunjukkan pukul 15:30.

Si Nuel, Sang Mentor, sedang menikmati pizza disela-sela proses penerjemahan LibreOffice
Si Nuel, Sang Mentor, sedang menikmati pizza disela-sela proses penerjemahan LibreOffice

Akhir dari jalan-jalan iseng ke Kabupaten Jember

Kami mengakhiri acara penerjemahan LibreOffice pukul 15:35. Kami berfoto bersama sebelum meninggalkan tempat setelah itu kami berpamitan dengan teman-teman KLJ.

Saya dan Nuel bergegas menuju stasiun Jember untuk menunggu Probowangi dari arah Banyuwangi menuju Surabaya. Tepat pukul 16:45 Probowangi datang dan merapat di jalur 1.

Mulai dari stasiun keberangkatan, Jember, Probowangi melaju cepat dan menerobos hujan hingga kami tiba di stasiun tujuan masing-masing. Si Nuel turun di Stasiun Pasuruan, sedangkan saya turun di Stasiun Sidoarjo.

Hujan masih mengguyur dengan deras saat saya tiba di Stasiun Sidoarjo. Terpaksa harus tertahan beberapa saat. Setelah hujan agak tenang, barulah saya tancap gas menuju rumah.

Akhir kata, saya mengucapkan rasa terima kasih kepada segenap tim Komunitas Linux Jember yang sudah menjamu kami. Padahal niat saya hanya iseng saja jalan-jalan ke Kab. Jember. Nemani si Nuel.

Ujung-ujungnya tetap saja, kulineran yang berkedok translasi. Hehehe.