Kenalan sama ubuntuDDE, Ubuntu x Deepin – Pasca pengumuman rilis Beta, Ubuntu kedatangan kandidat baru yang akan mengisi dan melengkapi jajaran variasinya.

Nama kandidat baru tersebut adalah ubuntuDDE, sebuah distribusi baru berbasis Ubuntu dengan tampilan atau lingkungan desktop Deepin.

Ini masih praduga saya pribadi sebagai penggemar Ubuntu. Hanya Canonical yang berhak menentukan apakah nantinya ubuntuDDE akan masuk dan melengkapi variasi yang telah ada saat ini atau tidak. Canonical juga telah menyiapkan beberapa proses yang harus dilewati oleh tim pengembang ubuntuDDE. Jika Anda penasaran seperti apa prosesnya, silahkan klik Recognized Flavor.

Kembali ke topik bahasan. Diartikel ini saya akan memberikan ulasan singkat buat Anda yang penasaran dengan ubuntuDDE ini. Tak kenal maka tak sayang. Yuk, mari kenalan sama ubuntuDDE, hasil remix dari sistem Ubuntu x lingkungan desktop Deepin.

Ubuntu, sistem operasi sejuta umat

Siapa yang tak kenal dengan Ubuntu. Salah satu distribusi turunan dari Debian yang sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Digunakan hampir disemua perangkat, seperti server, laptop, desktop, bahkan telepon genggam.

Dikembangkan oleh Canonical pada tahun 2004 sebagai sistem operasi tutunan dari Debian. Rilis pertama Ubuntu berkode nama Warty Warthog dengan nomor versi 4.10, hingga rilis terkini dengan nomor versi 20.04 “Focal Fossa” yang akan segera tersedia pada 23 April 2020. 16 tahun kurang 6 bulan.

Lingkungan Desktop Deepin

Lingkungan desktop Deepin (DDE) diperkenalkan pertama kali melalui sistem operasi deepin, salah satu distribusi berbasis Debian (sekarang) yang dikembangkan oleh Wuhan Deepin Technology Co., Ltd. (selanjutnya disebut sebagai Deepin Technology) yang bermarkas di China.

Deepin Technology merupakan perusahaan komersial China yang berfokus pada penelitian dan pengembangan (R&D) dan layanan sistem operasi berbasis Linux.

Melalui proses porting yang panjang, akhirnya pengguna sistem operasi selain deepin akhirnya dapat menikmati DDE di distribusi lain. Oiya, kabarnya DDE ini adalah hasil fork dari GNOME, hal itu bisa dilihat dari mayoritas aplikasi yang disertakan. CMIIW.

Kenalan Sama ubuntuDDE, Ubuntu x Deepin - Tampilan desktop
Kenalan Sama ubuntuDDE, Ubuntu x Deepin – Tampilan desktop

Setelah kemarin mencoba memasang dan sempat mencoba beberapa fitur unggulannya, saya langsung berguman “Wow, desktop-nya keren, cantik, elegan, dan gak berat di-RAM”. Apa ini tandanya saya akan pindah dari Ubuntu MATE ke ubuntuDDE? Eits, tunggu sebentar.

Monitoring ubuntuDDE
Monitoring ubuntuDDE

Tampilan login ubuntuDDE
Tampilan login ubuntuDDE

Saya pribadi sangat tertarik dengan ubuntuDDE ini, tapi mungkin saya akan menunggu sampai distro ini benar-benar masuk kedalam jajaran varian Ubuntu secara resmi sebelum saya memutuskan menggunakannya atau merekomendasikannya ke teman-teman saya. Main aman ajalah. Hehe.

Fitur ubuntuDDE Beta

UbuntuDDE secara baku menggunakan sesi live diawal, alih-alih memberikan opsi kepada pengguna untuk memasang atau menggunakan sesi live seperti kebanyakan varian Ubuntu. Dengan mode live ini pengguna bisa dengan mudah menguji-coba kompatibilitas perangkat kerasnya dengan ubuntuDDE. Pada mode live ini juga ubuntuDDE menyematkan dua opsi untuk tampilan desktopnya.

Pada sisi pemasangan, ubuntuDDE mengandalkan Calamares sebagai pemasang sistem yang sederhana dan cepat sehingga cocok digunakan oleh pengguna yang baru belajar memasang sistem operasi.

Tampilan manajer berkas Deepin
Tampilan manajer berkas Deepin

Beberapa aplikasi dengan ciri khas Deepin juga turut didalamnya seperti Manajer Berkas Deepin, Pusat Pengontrol yang out of the box, panel menu yang bisa diubah menjadi dock, serta ukuran launcher yang bisa diubah ke mode layar penuh.

Launcher ubuntuDDE dengan mode layar penuh
Launcher ubuntuDDE dengan mode layar penuh
Launcher ubuntuDDE layar penuh sesuai kategori aplikasi
Launcher ubuntuDDE layar penuh sesuai kategori aplikasi

ubuntuDDE menggunakan Kernel 5.4, Netplan sebagai backend urusan jaringan, LibreOffice 6.4 sebagai kebutuhan dokumen perkantoran, GIMP 2.10 sebagai editor gambar bitmap, Firefox 74 sebagai peramban web, Synaptic sebagai tambahan paket manajer grafis, Celluloid sebagai pemutar video, Mpv sebagai pemutar musik, Atril sebagai pembaca dokumen pdf atau PostScript, serta masih banyak lagi.

Beberapa aplikasi juga tampak tidak disertakan di luncher, seperti Terminal yang hanya bisa dijalankan dengan pintasan umum. Monitor sistem juga tidak diikut sertakan dalam instalasi, sebagai alternatifnya, ubuntuDDE telah menyediakan htop sebagai alat pemantau sistem standar.

Pusat pengontrol ubuntuDDE
Pusat pengontrol ubuntuDDE
Informasi sistem ubuntuDDE

Kesimpulan

UbuntuDDE salah satu distribusi yang sangat cocok buat Anda yang baru akan memulai dengan sistem operasi berbasis Linux atau Anda yang sudah mahir sekalipun. Hanya perlu menunggu sedikit waktu sampai dia benar-benar resmi masuk ke keluarga inti Ubuntu.

Ulasan ini hanya bersifat sebagai gambaran saja. Jika Anda tertarik dengan ubuntuDDE, Anda bisa mengunduhnya dengan mengeklik tombol dibawah ini.

Harap diingat, ubuntuDDE masih dalam tahap pengembangan (Beta). Saya sangat tidak menganjurkan menjalankan ubuntuDDE di mesin utama Anda. Sebagai gantinya, gunakanlah aplikasi mesin maya seperti VirtualBox untuk menguji-cobanya. Jika Anda menemukan kutu atau cacat fungsi, Anda bisa melaporkannya kepada tim pengembang,

Akhir kata, mari kita pantau bersama perkembangan ubuntuDDE karena distribusi ini sangat berpotensi untuk masuk ke jajaran keluarga inti Ubuntu. Jika hal tersebut terjadi, mari berpesta untuk merayakannya.

Cheers!