Halo teman-teman semua. Sudah lama rasanya gak update artikel di blog ini. Bagaimana kabar kalian semua? Semoga selalu sehat dan bahagia ya. Amin. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi opini saya tentang memilih laptop idaman yang sesuai dengan budget dan kebutuhan.

Sekarang, pertanyaannya adalah laptop yang bagus itu, laptop yang seperti apa sih?

Mungkin tidak sedikit dari Anda akan menjawab seperti ini:

  • Laptop yang punya desain tipis.
  • Punya segudang fitur andalan; kunci sidik jari, pengenal wajah, dan lain-lain.
  • Lancar buat main game apapun, render video dengan resolusi 4K 60fps, dan lain-lain.
  • Punya spesifikasi layar terbaik dan bisa dilipat.
  • Mendukung dual storage dan dual channel RAM.
  • Punya papan tik yang empuk, tidak berisik, dan mendukung backlit.

Dan mungkin masih banyak yang lainnya.

Jika Anda berkenan untuk membaca kembali paragraf pertama, mungkin Anda akan terdiam dan berguman sesaat. “Apa iya, laptop idaman itu punya spesifikasi yang seperti itu?”.

Sejatinya, yang dinamakan laptop idaman itu adalah laptop yang dapat membantu Anda untuk menyelesaikan pekerjaan dengan nyaman. Apapun pekerjaan itu.

Jadi, pada kasus ini, yang jadi tolak ukurnya adalah Anda. Anda-lah yang akan menginvestasikan sebagian pendapatan Anda untuk meminang perangkat yang Anda butuhkan. Jangan ambil pusing dengan opini orang lain. Kalau itu baik, ya pake aja. Kalau buruk, ya udah, buang jauh-jauh.

Berikut adalah beberapa kategori laptop yang saya idam-idamkan sesuai dengan spesifikasi teknis.

Prosesor

Prosesor adalah bagian yang sangat penting bagi sebuah laptop. Seperti namanya, prosesor bertindak sebagai pusat pemroses data. Untuk itu, keberadaanya sangat penting. Apalagi di zaman yang perkembangan teknologi bergerak sangat cepat seperti sekarang ini.

Dalam memilih prosesor, saya cenderung memilih prosesor garapan Intel yang memiliki 2 core, 4 thread dari keluarga Intel Core. Jika Anda lebih suka garapan AMD, saya sarankan untuk memilih dari keluarga Ryzen. Untuk generasi prosesor, bisa disesuaikan kembali dengan budget.

Buat Anda yang suka main game atau pekerjaan yang membutuhkan performa grafis yang tinggi, saya rekomendasikan Anda untuk memilih laptop yang memiliki chip pemrosesan grafis mandiri.

Saya sendiri masih menggunakan prosesor Intel Core i3 generasi ke-3 dengan nomor prosesor 3110M dengan clock speed masing-masing core-nya di 2.40 Ghz.

RAM

Ini juga bagian terpenting dalam sebuah sistem komputer. RAM berfungsi sebagai penyimpanan atau cache sementara. Dia sangat mengandalkan aliran listrik agar data yang disimpan didalamnya tidak hilang.

Dalam memilih RAM, biasanya saya menyesuaikan budget. Jika budget tidak cukup untuk membeli laptop dengan RAM berkapasitas 8GB, maka saya memilih laptop dengan RAM yang berkapasitas 4GB. Jika pilihan benar-benar jatuh pada RAM 4GB, setidaknya sistem si laptop harus mendukung dual channel.

Kenapa harus dual channel?

Ya biar gampang buat di upgrade. Kalau cuman single channel, artinya Anda harus merelakan RAM yang lama saat Anda melakukan penyesuaian kapasitasnya.Ya tidak apa-apa, sih, kan masih bisa dijual. Hehe.

Penyimpanan

Nah ini. Bagian ini juga penting pada sistem komputer. Kalau menyangkut sama hal yang satu ini, Anda harus benar-benar bijak, terutama dalam hal waktu dan budget.

Pilihannya cuman dua. SSD atau Harddisk.

Jika Anda gak terlalu mempermasalahkan urusan budget, saran saya langsung ambil laptop yang sudah terpasang SSD, apalagi SSD bertipe M.2. Recommended!. Apalagi harga laptop yang sudah termasuk SSD M.2 paling murah ada disekitar 7 juta-an.

Akan tetapi, jika Anda sama seperti saya, yang masih perlu pengetatan dalam hal budget, pilihan laptop dengan penyimpanan HDD mungkin bisa menjadi pilihan. Toh bisa nabung satu sampai dua bulan lagi untuk membeli SSD baru.

Lebih idaman lagi, kalau laptopnya mendukung dual storage. Yang satu SATA, yang satu lagi M.2 PCI-e. Tambah mantep.

Desain

Sebenarnya, ini bagian opsional. Tapi mungkin saja ada dari Anda yang sangat memperhatikan bagian desain.

Saya salah satu orang yang memperhatikan bagian desain. Laptop yang ideal memiliki desain yang simple, minimalis dan gak kaku.

Secara fungsional juga begitu. Saya amat sangat tidak suka dengan laptop yang memiliki tombol daya berada di papan tik. Mungkin saya-nya aja yang belum terbiasa dengan desain semacam itu. Tapi, jika disuruh memilih, jelas saya memilih laptop dengan tombol daya terpisah dari papan tik.

I/O (porta masukan dan keluaran)

Ini juga bisa menjadi perhatian khusus dalam memilih sebuah laptop. Bagi saya, laptop ideal itu memiliki setidaknya:

  • 2 porta USB tipe A.
  • 1 porta USB tipe C.
  • 1 porta ethernet; lebih baik kalau mendukung 1000 Mbps.
  • 1 porta HDMI.
  • 1 colokan headphone jack 3.5.

Untuk I/O yang lain, seperti web cam, speaker, dan microphone mungkin tidak perlu dibahas lagi. Hampir semua laptop sudah mendukung perangkat I/O tersebut.

Ada opsi yang sedikit lebih mewah lagi untuk Anda yang tidak mengkhawatirkan soal budget. Anda bisa memilih fitur tambahan berikut:

  • Speaker bersertifikasi Harman/Kardon.
  • WiFi 5.
  • Papan tik backlit.

Merk

Ini opsi terakhir dalam memilih sebuah laptop. Untuk pengguna sistem operasi umum, seperti Microsoft Windows, tampaknya hal ini tidak terlalu menjadi masalah. Anda bebas memilih merk apa saja.

Beda cerita kalau Anda pengguna sistem operasi berbasis GNU/Linux. Tampaknya Anda tidak bisa leluasa memilih merk sesuka hati Anda. Setidaknya, itulah yang saya rasakan.

Sejauh yang saya ketahui, ada setidaknya tiga merk dengan brand tertentu yang mendukung sistem operasi berbasis GNU/Linux. Mereka adalah Lenovo, ASUS dan Dell.

Oiya, perlu saya garis bawahi. Maksud dari kata “mendukung” disini adalah saat Anda memasang sistem operasi berbasis GNU/Linux di produk mereka, Anda tidak menemukan kendala yang berarti. Seperti kendala dengan WiFi yang tidak bekerja, touchpad ngadat dan permasalahan yang lainnya.

Kesimpulan

Pada akhirnya, yang berhak menilai dan memutuskan laptop idaman adalah Anda sendiri. Jika Anda sudah sreg dengan pilihan Anda, kenapa harus ragu lagi?.

Meminta pendapat kepada orang lain memang ada baiknya. Bahkan, Anda harus mendengarkan pendapat orang lain agar fikiran Anda terbuka dan wawasan Anda jadi lebih luas.

Saya sendiri, meskipun sudah memiliki patokan terkait perangkat yang akan saya beli, saya selalu meminta pendapat teman saya. Dengan adanya opini dua arah, diharapkan Anda benar-benar dapat memilih perangkat idaman yang akan Anda pinang.

Demikian opini saya tentang laptop idaman. Semoga bermanfaat dan bisa membantu menghapus keraguan Anda.