Repositori merupakan pusat penyimpanan aplikasi yang namanya umum di dunia GNU/Linux. Dengan adanya repositori, pengguna GNU/Linux dimudahkan dalam memasang paket, ya, meskipun harus selalu terhubung dengan jaringan internet sih.

Ada beberapa komponen dalam barisan konfigurasi yang harus kita fahami sebagai, karena masing-masing komponen memiliki fungsinya masing-masing sebagai tempat menyimpan paket.

Repositori dibagi menjadi dua, repositori lokal (luring) dan repositori daring. Repositori lokal adalah repositori yang ada pada paket instalasi sistem operasinya, file .iso misalnya. Repositori daring adalah repositori yang hanya dapat digunakan saat sistem operasi terhubung ke internet. Artikel ini akan membahas terkait repositori daring ini.

Adapun format konfigurasi repositori di Ubuntu adalah sebagai berikut:

[tipe arsip] [url] [distribusi] [komponen 1] [komponen n]

Dari format di atas dapat diambil kesimpulan bahwa barisan konfigurasi repositori di Ubuntu mempunyai beberapa bagian tertentu.

Tipe Arsip

Ubuntu adalah distribusi yang dikembangkan dari Debian GNU/Linux sehingga dapat dipastikan paket yang digunakan juga berbasis Debian (.deb).

Bagian konfigurasi ini harus dan wajib berada di awal kata pada konfigurasi. Deb menunjukkan bahwa arsip berisi paket biner atau paket yang siap untuk instalasi (.deb). Deb-src menunjukkan paket sumber, yang merupakan sumber program aslinya.

Alamat (URL) Repositori

Entri berikutnya pada baris konfigurasi adalah alamat atau URL repositori, tempat kita akan mengunduh paket-paket yang akan dipasang. URL ini biasanya berupa cerminan dari repositori resmi. Di Indonesia ada beberapa instansi penyedia cerminan repo, baik instansi perguruan tinggi, industri bahkan komunitas.

Berikut ini daftar penyedia layanan cerminan Ubuntu yang ada di Indonesia:

  • Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat (kambing.ui.ac.id).
  • PT. Data Utama Dinamika, Surabaya, Jawa Timur (kartolo.sby.datautama.net.id).
  • Universitas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur (suro.ubaya.ac.id).
  • Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Surabaya, Jawa Timur (kebo.pens.ac.id).
  • Universitas Jember, Jember, Jawa Timur (mirror.unej.ac.id).
  • Dan sebagainya.

Distribusi (Rilis)

Entri berikutnya diisi dengan nama distribusi sistem operasi yang kita gunakan. Distribusi berupa kode nama rilis, misalnya xenial untuk Ubuntu 16.04 LTS, bionic untuk Ubuntu 18.04 LTS, disco untuk Ubuntu 19.04 yang akan rilis pada tanggal 24 April mendatang.

Pada rilis distribusi ini ada empat jenis pembaruan yang tersedia, yaitu:

  • Security: untuk pemutakhiran keamanan.
  • Updates: pemutakhiran tambalan bug yang tidak berhubungan dengan keamanan.
  • Proposed: pemutakhiran tambalan bug khusus untuk keperluan testing yang nantinya akan masuk ke update.
  • Backports: pemutakhiran paket yang dibuat dari rilis setelahnya untuk rilis sebelumnya.

Komponen

Paket-paket aplikasi dalam repositori Ubuntu dibagi menjadi empat kategori atau komponen; main, restricted, universe, dan multiverse. Berikut penjelasan masing-masing komponennya.

Main

Komponen ini berisi paket-paket aplikasi yang menganut standar dari perangkat lunak bebas, dapat didistribusikan kembali dengan bebas dan mendapat dukungan penuh dari tim Ubuntu.

Restricted

Komponen ini berisi paket-paket aplikasi yang bukan termasuk perangkat lunak bebas. Komponen ini merupakan pengecualian yang berisi sejumlah kecil alat dan driver yang memungkinkan untuk menginstal Ubuntu dan perangkat lunak bebasnya di berbagai macam perangkat keras.

Tim Ubuntu tidak dapat memperbaiki atau menambal bug yang ada pada komponen ini, karena memang tidak termasuk pada komponen untuk menyimpan perangkat lunak bebas, sehingga yang dapat dilakukan oleh Tim Ubuntu hanyalah meneruskan laporan masalah kepada pengembang paket aslinya.

Mereka (tim Ubuntu) hanya akan menggunakan perangkat lunak non perangkat lunak bebas ketika tidak ada cara lain lagi untuk memasang Ubuntu.

Meskipun komponen ini tidak termasuk perangkat lunak bebas, tapi Tim Ubuntu tetap menjamin kualitas paket yang ada didalamnya dan tetap dapat dipasang dengan mudah oleh pengguna.

Universe

Komponen ini berisi paket ambilan kilat (snapshot) yang dihimpun dari proyek perangkat lunak bebas dan terbuka yang ada di seluruh dunia. Paket tersebut dibangun dari berbagai sumber publik yang dipelihara oleh komunitas.

Canonical, sebagai pengembang Ubuntu, tidak memberikan jaminan pembaruan keamanan reguler pada komponen universe ini, sehingga semua pembaruannya disediakan sepenuhnya oleh komunitas yang memeliharanya.

Paket-paket yang ada di komponen universe ini dapat berpindah ke komponen utama (main) jika pemeliharanya bersedia memenuhi standar yang ditetapkan oleh tim Ubuntu.

Multiverse

Komponen ini berisi perangkat lunak tidak bebas, yang berarti persyaratan lisensi perangkat lunak ini tidak memenuhi kebijakan lisensi komponen utama Ubuntu.

Tanggung jawab sepenuhnya ada di kita, sebagai pengguna, untuk memverifikasi hak kita untuk menggunakan perangkat lunak ini dan mematuhi ketentuan lisensi dari pemegang hak cipta.

Perangkat lunak ini tidak didukung dan biasanya tidak dapat diperbaiki atau diperbarui. Gunakan dengan risiko kita sendiri.

Kesimpulan

Ubuntu merupakan sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh Canonical dari kode sumber Debian, sehingga bisa dikatakan kalau Ubuntu adalah distribusi berbasis Debian, itu terlihat dari mayoritas paket dalam repositori yang digunakannya.

Canonical memberikan pembaruan pada sistem operasinya melalui repositori daring yang dikelompokkan sesuai dengan tipe paket, URL, distribusi, dan komponen atau kategori perangkat lunak yang terpasang di dalamnya.

Pengaturan repositori ini sangatlah configurable. Pengguna dapat dengan mudah berganti cerminan sesuai dengan lokasi geografis yang dikehendakinya. Tentu dengan dasar konfigurasi yang sudah ditetapkan.

Sumber

Ubuntu Repositories, Tersedia Daring di https://help.ubuntu.com/community/Repositories

Debian SourcesList, Tersedia Daring di https://wiki.debian.org/SourcesList