Mempelajari cara menggunakan aplikasi terkadang lebih mudah bagi kita dari pada mempelajari terlebih dahulu izin yang melekat padanya.

Apakah hal ini pernah Anda fikirkan sebelumnya?. Jika pertanyaan itu dilontarkan untuk saya, mungkin saya akan menjawab “tidak!”.

Baik di bangku sekolah kejuruan maupun dibangku perkuliahan, saya hanya mendapat pelajaran kalau mau bikin A, harus pakai aplikasi B, kalau mau bikin B, harus pakai aplikasi C. Begitu seterusnya.

Jadi, yang saya tahu hanya fungsi sebuah aplikasi tanpa mengetahui batasan apa saja yang mengikat saya, sebagai pengguna.

Salah satu senior saya berkata “Sekolah/kampus bisa ngajarin pakai software tapi ga bisa ngajarin lisensi (yang melekat pada) software. Padahal lisensi itu fundamental tuk dipahami sebelum software dipakai”, ulasnya distatus sosmed.

Kalau udah begini, bagaimana hasilnya?. Pembajakan adalah salah satu dampak dari ketidak-fahaman kita terhadap izin suatu aplikasi.

“Kenapa harus repot-repot membaca tulisan yang panjang dikali lebar dan isinya susah difahami? Toh aplikasinya juga gratis”. Eits, jangan salah, segratis apapun sebuah aplikasi, sebebas apapun dia digunakan, tetap ada batasan yang harus kita taati sebagai pengguna. Memang sih, ada juga aplikasi yang pengembangnya bahkan menerapkan izin yang sangat bebas. GNU GPL (Lisensi Publik Umum), misalnya.

Lisensi Publik Umum, artinya, kita (sebagai pengguna) bisa menggunakan aplikasi (yang memiliki lisensi ini) dengan bebas, kita juga mendapat kebebasan untuk membagikannya kepada teman, keluarga, bahkan diunggah ulang ke penyimpanan daring. Bahkan, jika Anda seorang pengembang, Anda-pun dapat ikut berkontribusi mengembangkan aplikasinya agar lebih baik.

Meskipun aplikasi dengan Lisensi Publik Umum bisa digunakan dengan bebas, pihak penerbit lisensi juga memberikan batasannya. Meskipun terdengar remeh, sih. Salah satu batasannya adalah Anda tidak diperkenankan menyebut aplikasi yang berlisensi GNU GPL sebagai aplikasi gratisan. Pasalnya, arti sebenarnya dari kata free disini adalah freedom atau kebebasan.

Kesimpulan

Meskipun ini opini saya pribadi, mempelajari tentang perjanjian yang melekat pada suatu aplikasi adalah suatu keharusan. Setidaknya, itulah yang diajarkan oleh senior-senior saya.

Kita harus mulai dari sesuatu yang kecil sebelum melakukan hal yang besar. Saya berharap dengan tulisan ini kita tidak abai lagi dengan hal-hal yang menyangkut perizinan aplikasi, toh, ini untuk kebaikan kita bersama, bukan?.