Tidak terasa ya, Canonical sudah merilis Ubuntu terbaru. Tepat sesuai dengan jadwal perilisan yang sudah menjadi kebiasaan di lingkungan pengembangan yang dipimpin langsung oleh Mark Shuttleworth.

Sebelumnya, saya mengira-ngira kalau Ubuntu 19.04 ini akan dirilis pada tanggal 20-an. Bulan ini. Eh, ternyata saya salah. Malah beberapa hari lebih awal.

Rilis yang memiliki kode nama Disco Dingo ini banyak membawa pembaruan yang siap memanjakan pengguna. Tapi, sebelum Anda terburu-buru mencobanya secara langsung, baik itu single boot atau dual boot, tidak ada salahnya membaca ulasan saya ini. Baik dari segi fitur hingga beberapa fakta tentang Disco Dingo, Ubuntu 19.04.

Fitur Baru di Ubuntu 19.04

Rilis baru itu selalu identik dengan fitur baru. Ya memang seharusnya begitu sih. Apalagi, Ubuntu adalah salah satu distribusi yang selalu tampil segar di tiap-tiap rilisnya.

Menurut catatan rilis, ada beberapa fitur baru yang disuguhkan Ubuntu 19.04 untuk para penggunanya. Berikut ulasan masing-masing fitur tersebut.

Pembaruan Paket

Kernel Linux 5.0

Ubuntu 19.04 menggunakan “jantung” Linux versi 5.0. Menurut Kabar Linux, tidak ada perubahan yang wah pada kernel ini. Nomor rilisnya juga tidak lebih dari pengganti nomor versi sebelumnya (4.22) yang sudah cukup besar untuk ditangani.

Meski begitu, tetap ada beberapa pembaruan yang disertakan. Tengok saja dukungan untuk prosesor grafis AMD Radeon RX Vega, dukungan lengkap untuk Raspberry Pi 3B dan 3B +, Qualcomm Snapdragon 845, peningkatan USB 3.2 dan Type-C, grafik Intel Cannonlake, peningkatan penghematan daya yang signifikan, dukungan driver P-State untuk server Skylake X, dukungan kunci perlindungan memori POWER, dukungan KVM untuk AMD Secure Encrypted, pemberdayaan Shared Memory Communications jarak jauh dan langsung (SMC-R/D), Open for Business (OFB), dan zcrypt pada IBM Z di antaranya dengan banyak perbaikan lainnya sejak kernel v4.15 yang digunakan oleh 18.04 LTS.

Peningkatan Toolchain

Ubuntu 19.04 hadir dengan toolchain canggih, seperti glibc 2.29, OpenJDK 11, boost 1.67, rustc 1.31, dan GCC 8.3 terbaru, GCC 9 opsional, Python 3.7.3 sebagai default, Ruby ​​2.5.5, PHP 7.2.15, Perl 5.28.1, golang 1.10.4. Ada juga peningkatan baru pada front cross-compiler juga dengan POWER dan AArch64 toolchain yang diaktifkan untuk cross-compile untuk target ARM, S390X dan RISCV64.

Ubuntu Desktop

Pembaruan Desktop

Ubuntu 19.04 hadir membawa lingkungan dekstop yang lebih segar, GNOME 3.32, yang membawa pembaruan berupa penigkatan kinerja, perbaikan bug dan beberapa fitur penting lainnya.

Beberapa fitur penting diantaranya:

  • GNOME Shell terasa lebih cepat dan responsif. Detail teknisnya silahkan baca di tautan ini.
  • Menginstal Ubuntu Desktop pada VMware sekarang secara otomatis akan menginstal paket open-vm-tools untuk meningkatkan integrasi. Bagaimana kalau di VirtualBox?
  • Tema Yaru mendapatkan penyempurnaan dan pembaruan lebih lanjut, begitu juga dengan tema ikonnya.
  • Safe Graphics Mode, opsi baru ditambahkan ke menu Grub yang akan boot dengan “MONODESET” menyala. Fitur ini dapat membantu Anda menyelesaikan masalah pada kartu grafis tertentu dan memungkinkan Anda untuk mem-boot dan menginstal driver berpemilik yang diperlukan oleh sistem Anda.
  • Rilis terbaru Firefox (66.0) dan LibreOffice (6.2.2) tersedia dan diinstal secara baku.
  • Dan lain-lain.

Ubuntu Server

Berbeda dari versi Ubuntu Desktop, Ubuntu Server membawa perubahan pada sisi perkakas, harap maklum, Ubuntu Server tidak memiliki tampilan selayaknya Ubuntu Desktop. Meskipun begitu, Anda tetap masih dapat menggunakan fitur-fitur baru Ubuntu Server ini di Ubuntu Desktop juga kok.

Pembaruan perkakas di Ubuntu Server antara lain:

  • QEMU diperbarui ke rilis 3.1.
  • libvirt juga telah diperbarui ke versi 5.0.
  • Samba telah diperbarui ke versi 4.10.x. Salah satu perubahan besar adalah dukungan python3 pada semua paket dependensinya kecuali tdb yang masih dibangun dari python2, yaitu python-tdb.
  • open-vm-tools ditingkatkan ke versi 10.30.10. Rilis ini menjadikan integrasi dengan baik sebagai VMware guest.
  • Peningkatan dukungan Bluethoot pada perangkat Raspberry Pi.
  • Dan lain-lain.

Fakta Dibalik Rilisnya Ubuntu 19.04

Buat para pengguna setia Ubuntu, ada beberapa fakta yang harus Anda perhatikan sebelum langsung memasangnya di komputer atau laptop Anda. Baik secara single boot atau dual boot.

Fakta 1 – Rilis

Sudah bukan rahasia umum lagi, Canonical, selaku pengembang inti proyek Ubuntu, selalu meliris versi Ubuntu terbaru setiap enam bulan sekali dan setiap rilis di tahun genap, 2016, 2018, 2020, dan seterusnya akan menjadi rilis dengan dukungan jangka panjang atau LTS (Long-term Support). Dengan kata lain, rilis LTS akan ada setiap dua tahun sekali.

Penjelasan di atas setidaknya sudah memberikan sedikit gambaran kepada Anda, bahwa rilis dengan nomor 19.04 bukanlah rilis LTS, melainkan rilis non-LTS. Rilis ini akan mendapatkan dukungan hanya selama sembilan bulan. Jika sekarang bulan April 2019, maka kurang lebih dukungan akan berakhir di bulan Januari, tahun 2020.

Wah, jadi setelah bulan Januari 2020 Ubuntu 19.04 tidak akan mendapatkan pembaruan lagi dong?

Tenang saja. Jangan khawatir. Anda masih dapat melakukan peningkatan ke Ubuntu 19.10 yang akan segera dirilis pada bulan Oktober mendatang.

Rilis ini sangatlah cocok bagi Anda yang suka mencoba-coba fitur baru yang tersemat didalamnya. Tapi, rilis ini tidak akan cocok bagi Anda yang tidak begitu memperdulikan fitur, asal nyaman, dan yang penting dukungan jangka panjang masih tersedia, rilis LTS-lah yang cocok Anda gunakan.

Tunggu rilis LTS berikutnya saja. Ubuntu 20.04 LTS, yang mungkin berkode nama Flying Fox atau Rubah Terbang. sotoi banget sih.

Fakta 2 – Dukungan Perangkat

Mungkin ini kabar yang akan membuat Anda sedikit kesal. Terutama dan terkhusus bagi Anda yang masih menggunakan perangkat berbasis Intel x86 atau 32-bit.

Ya, terhitung sejak rilis Ubuntu 17.10 (Artful Aardvark), Canonical sudah menghentikan dukungan Ubuntu Desktop untuk mesin Intel x86, meskipun pada rilis tersebut masih tersedia Ubuntu Server untuk Intel x86. Sudah bisa dipastikan, dukungan perangkat Intel x86 sudah dinonaktifkan sepenuhnya di rilis 18.04 yang mengusung kode nama Bionic Beaver.

Ubuntu tidak cocok bagi Anda yang masih menggunakan perangkat Intel x86.

Fakta 3 – Varian Rilis

Pada rilis Ubuntu 19.04, Ubuntu tidak hadir sendirian. Ada sekitar tujuh varian Ubuntu yang juga mengikutinya. Tengok saja Lubuntu, Kubuntu, Ubuntu Budgie, Ubuntu Kylin (rilis yang dikhususkan untuk pengguna Ubuntu di Negeri Tirai Bambu, China), Ubuntu MATE, Ubuntu Studio dan Xubuntu.

RIP Intel x86. Mungkin itu ungkapan yang cocok untuk menggambarkan rilis 19.04. Pasalnya, Lubuntu, sebagai rilis Ubuntu yang terkenal sangat ramah dengan perangkan lama, sepertinya tidak menyertakan tautan unduhan untuk versi x86. Lihat tautan ini. Mungkin karena Lubuntu sudah beralih dari LXDE ke LXQt.

Dapatkan Ubuntu 19.04

Ada banyak cara untuk mendapatkan Ubuntu 19.04. Baik dengan cara mengunduhnya secara langsung dan memasangnya mulai awal atau hanya dengan melakukan upgrade dari sistem yang sudah ada. Ya meskipun keduanya akan cukup menguras kuota internet Anda.

Bersinggungan dengan koneksi internet, cara mendapatkan Ubuntu 19.04 memang hampir bergantung dengannya, kecuali kalau minta ke teman langsung.

Brikut ini beberapa cara untuk mendapatkan Ubuntu:

Via Unduhan

Ada beberapa tautan unduhan yang bisa Anda coba untuk mengunduh citra Ubuntu 19.04, berikut ini tautan sesuai dengan varian Ubuntu yang didukung secara resmi oleh Canonical.

Via Peningkatan Sistem dari Ubuntu 18.10

Untuk melakukan cara ini, pastikan koneksi internet Anda stabil, karena resiko selalu mengintai pengguna yang melakukan proses peningkatan versi dengan cara ini. Pastikan semua data-data Anda sudah dicadangkan sebelumnya.

Langkah Pertama

Langkah pertama ini cukup mudah. Anda hanya perlu membuka Terminal dan mengeksekusi perintah do-release-upgrade, tunggu proses serta ikuti petunjuk yang ada.

Langkah Kedua

Langkah kedua agak terkesan lebih banyak step, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka aplikasi “Software and Updates”.
  • Setelah terbuka, klik tab “Updates”.
  • Pada bagian Notify me of a new Ubuntu version, klik menu dropdown dan ubah pilihannya menjadi For any new version.
  • Eksekusi perintah update-manager -c di Terminal.

Akhir Kata

Demikian ulasan singkat mengenai beberapa fitur baru yang ditawarkan Ubuntu berikut fakta-faktanya. Meskipun terkesan seolah itu semua fakta dari pendapat pribadi, tapi memang begitu yang saya rasakan ketika pertama kali mempelajari distribusi yang mempunyai selogan Linux for Human Beings.

Sumber

Catatan Rilis Ubuntu 19.04, tersedia daring di https://wiki.ubuntu.com/DiscoDingo/ReleaseNotes

Share This