Ulas produk masker non medis dari Fans – Salah satu brand sepatu lokal turut menghadirkan inovasinya ditengah pandemi seperti sekarang ini.

Tampaknya mereka memanfaatkan peluang dari himbauan pemerintah yang mewajibkan masyarakat menggunakan masker saat keluar rumah. Itu bagus.

Brand sepatu lokal tersebut bernama Fans. Sepatu Fans, seperti namanya, tersohor dengan aneka produk sepatu “Tapak Dijahit”. Mulai dari sepatu sekolah, casual, hingga sepatu olahraga. Saya-pun punya salah satu produk mereka.

Tapi, diartikel ini saya tidak akan membahas produk sepatu mereka, ya, melainkan produk terbaru dari Fans, yaitu masker non medis yang masih mereka produksi secara terbatas. Berikut ulas produk masker non medis dari Fans selengkapnya.

Desain yang unik

Masket Fans memiliki desain berupa karakter-karakter yang unik dan lucu. Diproduksi dengan bahan utama kain yang membuatnya mudah dicuci serta bisa digunakan kembali.

Ulas Produk: Masker Non Medis dari Fans
Masker Fans dengan karakter mirip bebek

Dari sekian banyak desain, saya memilih desain karakter yang menurut saya mirip dengan bebek. Hal itu membuat saya teringat pada kartun Donal Bebek pada masa kecil dulu.

Masker yang customizable

Inilah letak inovasi yang saya suka banget dari Masker Fans. Dimana kita diberi keleluasaan untuk menambah atau mengganti beberapa bagian penting dari sebuah masker.

Masker Fans mempunyai tiga lapisan. Masing-masing lapisnya terdiri dari desain karakter masker, kain utama, dan kain yang bersifat seperti kantong. Pada lapisan ketiga tersebut, kita bisa menambahkan tisu atau kain lainnya untuk menambah lapisan ekstra.

Ulas Produk: Masker Non Medis dari Fans
Terdapat kantong untuk menambah lapisan ekstra di Masker Fans

Masker ini juga sangat cocok digunakan oleh semua kalangan. Baik yang berhijab maupun yang tidak berhijab. Secara bawaan, Masker Fans sudah tersedia dengan tali yang bisa diikat. Jika kurang sreg, kita bisa menggantinya dengan tali elastis alternatif yang dijual terpisah. Atau kita juga bisa berkreasi sendiri dengan tali pengikat masker.

Desain masker dibuat dengan Inkscape

Sudah pada tahu Inkscape, kan, kalian? Itu loh, aplikasi untuk desain grafis berbasis vektor yang bebas dan terbuka. Bisa dijalankan ju diberbagai sistem operasi, seperti GNU/Linux, MacOS, dan Windows.

Fans memanfaatkan Inkscape untuk membuat desain produknya, baik sepatu atau masker. Tidak hanya Inkscape, kabarnya mereka juga memanfaatkan aplikasi bebas dan terbuka lainnya, seperti LibreOffice untuk membuat beragam dokumen. Ini sih goks banget.

Ulas Produk: Masker Non Medis dari Fans
Terdapat logo CC BY-SA pada karakter Masker Fans

Tidak hanya sampai disitu, desain karakter pada masker-maskernya bahkan dilisensikan dibawah lisensi CC BY-SA. Yang artinya, kita bisa membuat turunan dari desain karakter-karakter tersebut dengan tetap menyertakan atribusi pada ciptaan awalnya.

Panduan pemakaian dan memembersihkannya

Sesuai petunjuk yang tertera di kemasan masker, sebelum digunakan sebaiknya kita harus mencucinya terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa-sisa debu dan kotoran yang masih menempel saat proses produksi.

Cuci Masker Fans dengan air bersih dan gunakan diterjen. Lalu jemur dibawah terik matahari sedang. Dalam proses mencuci, jangan menggunakan pemutih atau air panas saat mencuci produk ini karena bisa merusak bahan utama masker.

Setelah kering, gunakan produk saat akan keluar rumah. Cara menggunakannya-pun sama seperti umumnya menggunakan masker dengan tali pengikat. Oiya, kalau boleh saran, alangkah lebih baik menambahkan lapisan ekstra dengan memasukkan tisu atau kain bersih tambahan ke dalam kantong yang telah disediakan.

Ulasan lebih detail

Berikut ulasan yang sudah dibuat oleh teman-teman KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo) dalam format video:

Mungkin nanti saya juga akan bikin video ulasan sendiri, itu-pun kalau gak males editnya. Hehe.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, produk Masker Fans ini bagus dan keren. Disaat penggunaan masker medis hanya diperioritaskan untuk teman-teman dokter dan perawat sebagai garda terdepat melawan COVID-19 dan pemerintah sudah menghimbau masyarakat untuk beralih menggunakan masker kain, selain itu, masker kain dapat dicuci dan digunakan berkali-kali dari pada masker bedah atau masker medis, nah, disinilah Masker Fans hadir dengan segudang inavasinya.

Sampai artikel ulasan ini terbit, saya belum tahu harga Masker Fans ini, ya, soalnya, produk masker dari Sepatu Fans ini masih diproduksi secara terbatas. Beruntung, saya dikasih teman-teman KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo) karena saya salah satu pengurus aktif dikomunitas itu.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada Sepatu Fans dan Pak Iwan Tahari yang telah mengirimkan masker, sebut saja Masker Fans, keren ini.

Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 H, mohon maaf lahir dan batin.