Xiaomi Mi 9 merupakan ponsel pintar sekelas flagship yang dirilis oleh Xiaomi pada kuartal pertama tahun 2019. Sayangnya, produk unggulan Xiaomi ini tidak masuk resmi ke Indonesia.

Tepat satu minggu yang lalu, saya meminang ponsel ini untuk saya jadikan sebagai ponsel utama saya. Tidak dalam kondisi baru memang, tapi kualitasnya masih oke punya.

Sangkalan. Saya bukan termasuk orang pemerhati teknologi mobile, tidak seperti Dhoni yang memang sangat mengikuti tren ponsel pintar dan teknologi dibaliknya. Saya beli Xiaomi Mi 9 ini-pun atas rekomendasi darinya. Sehingga hasil akhir dari ulasan ini murni pendapat saya pribadi.

Saya mulai ulasan seminggu bersama Xiaomi Mi 9 ini dari sektor dayanya.

Daya rendah, tahan seharian

Bila dibandingkan ponsel flagship lain, daya baterai yang digunakan Xiaomi Mi 9 ini lumayan rendah. Hanya 3300 mAh. Tapi jangan salah, ponsel ini bisa tahan seharian.

Sebagai gambaran, pagi hari, sekitar jam 07:00 daya baterai sudah terisi penuh. Setiba di kantor, biasanya masih jam 08:00 atau lebih sedikit, saya gunakan ponsel tersebut untuk sekedar main sosmed sembari menunggu waktu efektif kantor di jam 09:00. Begitu juga saat waktu istirahat tiba, membaca dan memperbarui informasi di Google News juga menjadi hal yang tidak terlewatkan.

Waktu pulang tiba. Daya baterai Xiaomi Mi 9 masih tersisa sekitar dua puluhan persen.

Jeroan garang tapi penyayang daya

Xiaomi Mi 9 yang saya pinang ditenagai prosesor Snapdragon 855 dengan fabrikasi 7 nm (nanometer). Fabrikasi inilah yang membuat daya baterai Xiaomi Mi 9 sangat hemat.

Varian Xiaomi Mi 9 yang saya pinang seminggu yang lalu memiliki kapasitas RAM sebesar 6 GB dan penyimpanan internal 128 GB.

Jepretan kamera yang nggak lebay

Sekarang adalah eranya ponsel dengan multi kamera. Yep, begitupun dengan Xiaomi Mi 9 ini yang hadir dengan konfigurasi 3 kamera. Dimana, masing-masing kameranya memiliki resolusi 48 MP, 12 MP dan 16 MP. Xiaomi juga membekali satu kamera untuk keperluan swafoto dengan resolusi sebesar 20 MP.

Berikut ini hasil jepretan saya menggunakan Xiaomi Mi 9:

Foto dengan cukup cahaya. Bakso Pojok, Jumputrejo, Kec. Sukodono, Kab. Sidoarjo
Foto dengan kondisi cahaya renda. Harmoni Food Festival, Trosobo, Sidoarjo

Desain tipis nan elegan

Secara dimensi, tubuh Xiaomi Mi 9 memiliki panjang 157.5 mm, lebar 74.7 mm dan ketebalan hanya 7.6 mm.

Menggunakan proteksi Gorilla Glass 6 untuk layar depan dan Gorilla Glass 5 dibagian belakang serta bingkai dari aluminium, menjadikan desainnya terlihat elegan dan sangat padat digenggaman.

Layar depan tampak water drop untuk menampung kamera depan.

Tidak tahan debu dan jejak jari

Baik body depan maupun body belakang, Xiaomi Mi 9 sangat gampang kotor, terutama sisa jejak jari. Hal itu yang mengharuskan saya membelikan kain pembersih mikrofiber untuk membersihkan bodi depan dan bagian kamera.

MIUI 11 berbasis Android 10

Sebelas bulan pasca perilisannya, Xiaomi Mi 9 kini sudah mendapatkan pembaruan MIUI 11 yang sudah berbasis Android 10.

Banyak fitur yang dibawa dalam pembaruan tersebut. Salah satu yang paling saya suka ada dibagian mode gelapnya. Pun begitu, peluncur bawaan versi globalnya masih belum mendukung AppDrawer, fitur yang memberikan kita keleluasaan untuk mengatur tampilan beranda ponsel.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Xiaomi Mi 9 adalah ponsel sekelas flagship yang sangat bisa diandalkan dalam segala kondisi. Hanya saja, saya tidak benar-benar memanfaatkan performa ke-flagship-annya untuk menikmati hiburan yang ada, misalnya bermain game.

Sayang sekali, memang, tapi saya hanya butuh ponsel pintar yang punya performa yang baik dan bisa diandalkan, bahkan sampai sepuluh tahun kedepan.

Dari pada gonta-ganti, ya mending sekalian aja belinya. Hehehe