Saya haturkan “selamat” kepada segenap pengembang dan kontributor WordPress. Berkat kerja keras mereka selama sebulanan ini, akhirnya, WordPress 5.5 “Eckstine” resmi dirilis pada 11 Agustus 2020, kemarin. Sebagai penggunanya, saya sangat antusias untuk memberitakannya. Toh, untuk saat ini, hanya itu yang bisa saya sumbangkan.

Sebagai rilis utama, WordPress 5.5 sudah semestinya dibekali dengan segudang fitur-fitur baru yang siap memanjakan penggunanya. Sebelum membahas lebih jauh terkait fitur-fitur keren di WordPress 5.5, saya ingin membahas dari dasarnya dulu. Apa sih arti dari nama Eckstine ini?. Berikut ulasan WordPress 5.5 “Eckstine” resmi dirilis selengkapnya.

Figur dibalik kode nama WordPress 5.5

WordPress 5.5 "Eckstine" Resmi Dirilis
Billy Eckstine. Foto dari WikiPedia

Anda mungkin sudah tahu terkait dengan pemberian kode nama pada setiap rilis WordPress. Pada rilis kali ini, WordPress 5.5, tim pengembang masih menggunakan nama-nama dari para maestro musik aliran jazz. Tujuannya tidak lain untuk menghormati para maestro musisi Jazz.

Kode nama WordPress 5.5 adalah Eckstine. Kode nama tersebut diambil dari nama seorang musisi jazz, mendiang William Clarence Eckstein, yang kemudian lebih dikenal dengan Billy Eckstine.

Pengembang, dalam caratan rilisnya berkata, “Ini dia! Dinamakan “Eckstine” untuk menghormati Billy Eckstine, versi terbaru dan terhebat dari WordPress ini tersedia untuk diunduh atau diperbarui di dasbor Anda”.

Apa yang baru di WordPress 5.5

Pengembang mengelompokkan pembaruan WordPress 5.5 menjadi 3 bagian. Kecepatan, pencarian dan keamanan. Selain ketiga bagian tersebut, pengembang juga menambah beberapa fitur di Gutenberg, editor WordPress. TIdak hanya dari sisi pengguna, mereka juga menghadirkan beberapa pembaruan lain khusus untuk pengembang tema maupun plugin.

Mari kita bahas satu-per-satu pembaruan yang diberikan pengembang WordPress 5.5 untuk penggunanya.

Kecepatan

Fitur ini memanfaatkan istilah teknis yang dikenal dengan lazy-loaded atau pemuatan lambat. Cara kerjanya sama dengan lazy-loaded yang ada di Jetpack. Yaitu, gambar akan dimuat belakangan saat Anda menggulirkan tampilan. Jadi, gambar hanya akan dimuat pada saat Anda sampai dibagian dimana gambar tersebut berada.

Pencarian

Kini, WordPress 5.5 menjadi lebih SEO Friendly. Dimana, secara baku, WordPress 5.5 telah menyediakan peta situs XML standar yang memudah Anda untuk menemukan calon audiens Anda melalui mesin pencari. Sebelum WordPress 5.5, untuk membuat peta situs XML, Anda memerlukan plugin khusus SEO, seperti Yoast SEO, atau dengan Jetpack juga bisa.

Harap diingat. Fitur ini adalah fitur basic. Dia hanya menyediakan peta situs XML tanpa melihat aspek lain seperti desain halaman peta situs. Tampilannya juga kalah bagus sama peta situsnya Jetpack. Tapi untuk ukuran fitur basic, It’s okay, sih.

Keamanan

Masalah kemanan situs WordPress, sebenarnya hanya ada dua kerentanan. Kerentanan yang paling umum biasanya terjadi berkat keteledoran sang web master atau kerentanan akibat kecacatan pada inti WordPress, meskipun itu hampir mustahil.

Nah, isu kerentanan keamanan paling sering terjadi, meskipun saya sendiri belum pernah mengalaminya, ada pada third party. Yep. Anda bisa menambahkan tema atau plugin dengan mudah melalui dasbor WordPress. Baik tema maupun plugin, keduanya tidak hanya berasal dari pihak internal WordPress. Anda-pun juga bisa berkontribusi menjadi penyedia tema atau plugin untuk ekosistem WordPress.

Untuk menghindari kerentanan yang berasal dari third party, Anda harus rajin-rajin memperbarui tema dan plugin yang terpasang di sistem Anda. Tapi, sifat dasar manusia kan pelupa, bagaimana kalau saya lupa memperbarui tema dan plugin?.

Fitur pembaruan otomatis di WordPress 5.5. WordPress 5.5 "Eckstine" Resmi Dirilis
Fitur pembaruan otomatis di WordPress 5.5

Kini Anda tidak perlu khawatir lagi. Di WordPress 5.5, pengembang telah menambahkan fungsi pembaruan otomatis pada tema dan plugin agar Anda sedikit lebih tenang dan fokus pada produk yang sedang Anda bangun.

Gutenberg juga mendapatkan banyak pembaruan

Editor paling powerful buat ngonten di blog, menurut saya ya Gutenberg, editor baru WordPress yang berbasis blok. Di WordPress 5.5, pengembang telah menambahkan beberapa fitur keren untuk blok editor ini.

Blok Pola

Blok pola pada WordPress 5.5
Blok pola

Nah, buat Anda yang masih kesusahan menggunakan fungsi tertentu pada blok editor Gutenberg, pengembang telah menambahakan satu fitur yang sangat bisa Anda andalkan. Nama fitur tersebut adalah Blok Pola.

Blok pola berisi beberapa kategori blok yang didalamnya telah tersedia beberapa opsi tampilan siap pakai. Mulai dari blok tombol, kolom, galeri, header, teks dan kutip. Semuanya sudah disertai dengan prakonfigurasi yang bisa langsung Anda gunakan.

Untuk menggunakan blok pola ini, Anda cukup klik tombol plus yang ada di sebelah kiri atas lalu pilih pola.

Edit gambar langsung di editor

Fitur ini memungkinkan Anda untuk memangkas, memperbesar dan memutar gambar Anda. Sebelum WordPress 5.5, fitur ini hanya bisa dilakukan di editor gambar saat setelah Anda mengunggahnya. Oiya, pemangkasan yang dilakukan oleh fitur ini berdasarkan dengan aspek rasio.

Fitur semacam ini tentu sangat memudahkan Anda untuk tetap fokus ke editor.

Pengedit gambar inline di WordPress 5.5
Fitur pengeditan gambar

Blok direktori baru

Blok direktori baru di WordPress 5.5
Blok direktori baru

Jika Anda masih merasa kurang dengan fungsi-fungsi yang disediakan secara baku di editor, Anda bisa memanfaatkan fitur ini.

Blok direktori berisi fungsi mirip seperti add-ons atau ekstensi yang bisa dipasang. Anda cukup mencari blok yang Anda inginkan hanya dengan mengetikkan kategori blok di kolom pencarian.

Kesimpulan

WordPress 5.5 bisa dibilang sebagai rilis besar semenjak WordPress 5.0 yang membawa editor baru, Gutenberg. Benar-benar diluar ekspektasi saya sebagai pengguna. Editor blok-nya juga makin cakep, kaya fitur, dan makin elegan. Mantap.

Tapi, ada dua fitur utama yang membuat saya sempat su’udzon sama si WordPress 5.5 ini. Fitur itu adalah Kecepatan lazy-loaded dan Pencarian berupa peta situs XML. Bagaimana saya tidak su’udzon, kedua fitur tersebut seharusnya sudah disediakan oleh Jetpack melalui paket gratis-nya. Apa jangan-jangan?. Ah, mungkin itu hanya dugaan saya saja.

Terlepas dari itu semua, ada satu fitur yang bikin saya sebel. Fitur tersebut adalah peta situs XML. Gimana gak sebel, fitur tersebut benar-benar menimpa fitur peta situs XML dari plugin lain. Saya sampai berkeringat saat mengetahui peta situs XML saya tidak dapat diakses. Bisa-bisa dapat surat cinta dari Google Search Console nanti. Hahaha.

Demikian ulasan saya tentang WordPress 5.5 “Eckstine” resmi dirilis. Sebenarnya ada beberapa catatan teknis yang ingin saya bahas disini tapi gak jadi. Blog ini kan khusus ngebahas hal-hal non teknis saja. Kalau bahasan teknis sudah saya taruh di ChotibulStudio. Semoga bermanfaat, ya.

Happy long weekend, guys!.